Kompas.com - 25/08/2020, 06:03 WIB
Ilustrasi luka diabetes di kaki Shutterstock/ROOMPHOTOIlustrasi luka diabetes di kaki

KOMPAS.com - Ulkus diabetikum adalah luka terbuka mirip borok yang muncul di bagian bawah kaki penderita diabetes.

Melansir laman resmi American Podiatric Medical Association, luka diabetes di kaki ini dialami sekitar 15 penderita diabetes.

Apabila tidak mendapatkan perawatan yang tepat, luka diabetes di kaki bisa mengalami infeksi dan mengalami komplikasi sampai diamputasi.

Kabar baiknya, apabila perawatan luka diabetes dilakukan dengan cara yang benar, perkembangan ulkus diabetikum bisa dicegah.

Baca juga: 5 Ciri-Ciri Gula Darah Naik yang Perlu Diwaspadai

Penyebab luka diabetes di kaki

Setiap penderita diabetes bisa memiliki luka berupa borok atau ulkus di kaki.

Penyebab luka diabetes di kaki karena kombinasi beberapa faktor seperti peredaran darah tak lancar, iritasi, sampai trauma.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Cara Merawat Luka Diabetes di Kaki untuk Cegah Amputasi
Perawatan luka diabetes dengan cara yang benar dapat mencegah komplikasi sampai amputasi. Berikut caranya...
Bagikan artikel ini melalui

Penderita diabetes menahun dapat mengalami neuropati, atau kondisi penurunan kemampuan merasakan nyeri di kaki karena kerusakan saraf.

Kerusakan saraf tersebut dipengaruhi kadar gula darah yang stabil tinggi dalam waktu lama.

Kerusakan saraf kerap muncul tanpa rasa sakit. Terkadang, penderita juga tidak menyadari gejala penyakitnya.

Baca juga: Ciri-ciri Diabetes dari Luka yang Muncul di Kulit

Selain itu, penyakit pembuluh darah juga dapat memperburuk kondisi luka kaki penderita diabetes.

Pasalnya, gangguan pembuluh darah dapat menghambat proses penyembuhan luka dan meningkatkan risiko infeksi.

Peningkatan gula darah juga bisa mengurangi daya tahan tubuh saat melawan infeksi. Dengan demikian, proses penyembuhan luka jadi lebih lambat.

Dilansir dari Medical News Today, penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2 juga lebih berisiko mengalami infeksi bakteri saat memiliki luka.

Beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko infeksi pada luka diabetes di kaki yakni keringat berlebih, kulit kering dan pecah-pecah, serta infeksi dari kuku kaki.

Baca juga: Jenis Makanan yang Baik untuk Penderita Diabetes

Ciri-ciri luka diabetes di kaki

Ilustrasi luka diabetes di kakiShutterstock/Kateryna Kon Ilustrasi luka diabetes di kaki
Banyak penderita yang mengalami luka diabetes di kaki dan tidak merasakan sakit. Sehingga, nyeri bukanlah gejala utama penyakit ini.

Beberapa ciri-ciri luka diabetes di kaki yang tampak adalah:

  • Terdapat cairan atau darah dari luka atau borok yang merembes di kaus kaki
  • Luka tampak kemerahan dan bengkak
  • Apabila luka sudah parah, muncul bau tak sedap

Jika luka diabetes di kaki tidak diobati, penderita bisa mengalami infeksi.

Infeksi tersebut dapat menjalar sampai ke otot dan tulang. Kondisi ini disebut osteomielitis.

Apabila infeksi sudah berkembang dan luka tak kunjung diobati, infeksi bisa berkembang ke tahap gangren. Gangren adalah penyebab umum amputasi pada penderita diabetes.

Infeksi yang tidak terkontrol dapat berkembang menjadi sepsis yang mengancam jiwa.

Kondisi ini disebabkan mikroorganisme atau racun sudah menyebar ke dalam jaringan atau aliran darah.

Baca juga: Konsumsi Jus Pare untuk Penderita Diabetes, Bagaimana Baiknya?

Cara merawat luka diabetes

Ilustrasi tes kadar gula darah, penyakit diabetesSHUTTERSTOCK/Proxima Studio Ilustrasi tes kadar gula darah, penyakit diabetes
Cara merawat luka diabetes perlu melibatkan menjaga gula darah tetap stabil, perawatan kaki, dan mengobati luka diabetes.

Perawatan kaki untuk penderita diabetes meliputi:

  • Mencuci kaki setiap hari
  • Menepuk kulit hingga kering sebelum mengoleskan pelembab
  • Menghindari berjalan kaki tanpa alas kaki
  • Hati-hati saat memotong kuku kaki
  • Pakai sepatu yang nyaman
  • Rajin-rajin memeriksa kondisi kaki

Baca juga: 5 Buah yang Aman Dimakan Penderita Diabetes

Perawatan luka diabetes

Penderita diabetes perlu memantau setiap luka, termasuk di kaki, dengan cermat. Proses penyembuhan luka kemungkinan lebih lama dari kondisi normal.

Penderita diabetes perlu waspada apabila muncul luka terbuka selama beberapa minggu, mengeluarkan cairan, dan terasa sangat nyeri.

Kendati tidak ada tanda-tanda infeksi, setiap luka diabetes perlu dibersihkan dan diganti dengan perban setiap hari.

Penderita diabetes yang sudah memiliki luka di kaki disarankan untuk tetap menggunakan sepatu dan kaus kaki. Telanjang kaki dapat meningkatkan risiko infeksi.

Penderita diabetes juga memerlukan obat jika memiliki luka di kaki dan tak kunjung sembuh.

Dokter jamak merekomendasikan obat antibiotik untuk mencegah infeksi dan menyarankan pasien dirawat inap jika lukanya parah.

Baca juga: 5 Gejala Diabetes pada Anak, Tak Hanya Diderita Orang Tua

Mengontrol gula darah

Hal yang tak kalah penting pada pemilik luka diabetes adalah mengontrol kadar gula darah.

Penderita diabetes tipe 1 perlu mengonsumsi insulin seumur hidup untuk mengontrol gula darah.

Sedangkan penderita diabetes tipe 2 bisa mengonsumsi insulin, minum obat, atau melakukan penyesuaian gaya gidup sehat untuk menjaga gula darah agar tetap stabil.

Tanpa dukungan kadar gula darah stabil, beragam cara merawat luka diabetes tidak bisa berjalan optimal.

 


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gusi Berdarah

Gusi Berdarah

Penyakit
17 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Jantung

17 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Jantung

Health
Nyeri Punggung

Nyeri Punggung

Penyakit
13 Gejala Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

13 Gejala Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

Health
Osteomalasia

Osteomalasia

Penyakit
4 Cara Menghilangkan Lemak Perut Saran Ahli

4 Cara Menghilangkan Lemak Perut Saran Ahli

Health
Sakit Gigi

Sakit Gigi

Penyakit
Pendarahan Otak Bisa Menyebabkan Kematian, Cegah dengan Cara Berikut

Pendarahan Otak Bisa Menyebabkan Kematian, Cegah dengan Cara Berikut

Health
Anodontia

Anodontia

Penyakit
Mengapa Demam Bisa Membahayakan Pasien Kanker?

Mengapa Demam Bisa Membahayakan Pasien Kanker?

Health
Sakit Kepala Tegang

Sakit Kepala Tegang

Penyakit
Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Health
Inkompatibilitas ABO

Inkompatibilitas ABO

Penyakit
3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

Health
3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.