Kompas.com - 18/09/2020, 09:04 WIB
Ilustrasi kanker payudara ShutterstockIlustrasi kanker payudara

KOMPAS.com - Didiagnosis dengan kanker payudara mungkin menjadi mimpi buruk bagi banyak perempuan. Namun, kita tidak boleh terlarut dalam kesedihan.

Dibanding terus bersedih atas kondisi tubuh yang dialami, lebih penting untuk memahami cara terbaik untuk terus meningkatkan kesehatan tubuh.

Perubahan gaya hidup daoat menjadi salah satu cara untuk Anda terus meningkatkan kondisi tubuh menjadi lebih baik.

Baca juga: 10 Faktor Risiko Kanker Payudara pada Pria

Demi mencapai hal tersebut, banyak perempuan percaya perlu mengubah pola makan.

Apalagi pola makan sehat merupakan salah satu dari beberapa faktor yang mempengaruhi sistem imun.

Selain itu, asupan nutrisi juga penting untuk menangani efek samping perawatan kanker.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut American Cancer Society (ACS), asupan nutrisi yang tepat dapat meningkatkan energi dan menurunkan risiko infeksi. Bahkan, diet spesifik dapat menurunkan risiko kekambuhan kanker payudara pasca pengobatan.

Meski begitu, perlu diingat bahwa tidak ada makanan yang menjadi obat ajaib untuk mengobati kanker payudara.

Tapi diet spesifik menurut Pedoman National Cancer Institute berikut ini mungkin dapat mencegah kekambuhan kanker payudara.

  • Perbanyak asupan buah, sayur dan biji-bijian
  • Kurangi asupan lemak hingga kurang dari 30 persen kalori
  • Minimalkan asupan makanan yang diawetkan, diasinkan, dan diasapi
  • Raih dan pertahankan berat badan yang sehat
  • Batasi konsumsi alkohol

Lebih lanjut, berikut ini makanan yang perlu dikonsumsi penderita kanker payudara.

1. Buah dan sayur

Bukan rahasia lagi buah dan sayur memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Melansir dari Live Strong, buah dan sayur memiliki fitokimia antioksidan yang bersifat anti-kanker.

Baca juga: Cara Mendeteksi Kanker Payudara dengan SADARI

Fotokimia sendiri adalah senyawa alami yang ditemukan pada tumbuhan dan memiliki manfaat kesehatan.

Dikutip dari John Hopkins Medicine, sayur yang kaya akan fitokimia contohnya brokoli, kembang kol, kubis, kecambah brussel, dan kale.

2. Biji-bijian utuh

Biji-bijian utuh adalah makanan yang belum diolah yang kaya akan karbohidrat kompleks, serat, vitamin, mineral, dan fitokimia.

Asupan serat yang tinggi seperti biji-bijian utuh memiliki manfaat positif dengan mengubah tindakan hormonal kanker payudara.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer tahun 2020 menemukan bahwa makanan kaya serat dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena kanker payudara.

Selain itu, penelitian di Current Breast Cancer Reports tahun 2016 juga menunjukkan bahwa peningkatan asupan serat bertanggung jawab atas penurunan sirkulasi esterogen pada pasien kanker payudara.

Bagi pasien kanker payudara disarankan mengonsumsi sekitar 25 hingga 30 gram serat setiap hari.

3. Pilih lemak sehat

Ada kontroversi tentang peran lemak makanan dan kanker payudara. Beberapa penelitian menunjukkan beberapa jenis lemak, yaitu lemak jenuh, dapat memicu perkembangan kanker payudara.

Baca juga: Benarkah Menyusui dapat Melindungi Wanita dari Kanker Payudara?

Sebaliknya, lemak tak jenuh tunggal danganda justru baik untuk pasien.

Itu karena asupan lemak tak jenuh seperti asam omega-3 dapat menghambat pertumbuhan kanker payudara.

Lemak tak jenuh tersebut dapat ditemukan dalam ikan berlemak seperti salmon dan sarden.

4. Protein tanpa lemak dan nabati

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, membatasi asupan lemak tak sehat penting dilakukan.

Untuk itu, ketika memilih sumber protein, Anda dapat mengonsumsi yang tanpa lemak seperti ikan dan unggas. Pilihan lain yang dapat dilakukan adalah konsumsi protein nabati.

Beberapa perempuan ragu ketika berhadapan dengan konsumsi kedelai sebagai protein nabati dalam menu makannya.

Itu karena mitos yang berkembang adalah konsumsi kedelai dapat memperparah kanker payudara karena dapat memicu peningkatan hormon esterogen.

Namun, menurut American Institute for Cancer Research (AICR) tidak ada peningkatan risiko penderita kanker payudara yang mengonsumsi kedelai.

Selain kedelai, kacang dan polong-polongan juga dapat menjadi protein nabati yang baik.

Baca juga: 5 Perubahan Fisik yang Terjadi saat Jalani Perawatan Kanker Payudara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Mengeluarkan Sperma Terlalu Sering Mengakibatkan Osteoporosis?

Apakah Mengeluarkan Sperma Terlalu Sering Mengakibatkan Osteoporosis?

Health
Trikomoniasis

Trikomoniasis

Penyakit
Tak Hanya Benjolan, Inilah Gejala Lain Kanker Payudara

Tak Hanya Benjolan, Inilah Gejala Lain Kanker Payudara

Health
Stenosis Spinal (Tulang Belakang)

Stenosis Spinal (Tulang Belakang)

Penyakit
Apakah Gagal Jantung Bisa Sembuh?

Apakah Gagal Jantung Bisa Sembuh?

Health
Akalasia

Akalasia

Penyakit
7 Penyebab Ada Benjolan di Rahang yang Bisa Terjadi

7 Penyebab Ada Benjolan di Rahang yang Bisa Terjadi

Health
Xanthelasma

Xanthelasma

Penyakit
Gejala Anemia pada Pasien Gagal Ginjal Kronis

Gejala Anemia pada Pasien Gagal Ginjal Kronis

Health
Serangan Iskemik Transien (Stroke Ringan)

Serangan Iskemik Transien (Stroke Ringan)

Penyakit
5 Sayuran yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes

5 Sayuran yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes

Health
De Quervain's Tenosynovitis

De Quervain's Tenosynovitis

Penyakit
Bahaya Toxic Parent dan Cara Mengatasinya

Bahaya Toxic Parent dan Cara Mengatasinya

Health
Folikulitis

Folikulitis

Penyakit
Apa Penyebab Luka Susah Sembuh pada Penderita Diabetes?

Apa Penyebab Luka Susah Sembuh pada Penderita Diabetes?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.