Waspadai Nyeri Haid yang Mengarah pada Gejala Endometriosis

Kompas.com - 29/09/2020, 15:02 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Nyeri haid adalah nyeri atau kram di perut bagian bawah yang lumrah terjadi pada wanita sebelum atau sewaktu menstruasi.

Tapi sayangnya, di dalam ilmu penyakit kandungan, terdapat sebuah penyakit kronis yang memiliki gejala utama berupa nyeri haid, sehingga keadaan tersebut terkadang patut diwaspadai.

Penyakit yang diperkirakan telah menyerang atau memengaruhi sekitar 5-10 persen kaum hawa ini dinamakan endometriosis.

Baca juga: Penyebab Sakit Perut Saat Haid dan Cara Mengatasinya

Melansir Health Line, endometriosis adalah kelainan di mana jaringan yang mirip dengan jaringan yang membentuk lapisan atau selapit lendir rahim (endometrium) tumbuh di luar rongga rahim.

Misalnya, endometriosis terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di ovarium, usus, atau jaringan yang melapisi panggul.

Sementara, merupakan hal yang tidak biasa jika jaringan endometrium menyebar ke luar daerah panggul, tetapi hal itu bukan tidak mungkin terjadi.

Jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim dikenal sebagai implan endometrium.

Perubahan hormonal dalam siklus menstruasi dapat memengaruhi jaringan endometrium yang salah tempat, menyebabkan area tersebut meradang dan nyeri.

Artinya, jaringan akan tumbuh, menebal, dan rusak.

Seiring waktu, jaringan yang rusak tidak punya tempat untuk pergi dan terjebak di panggul.

Jaringan yang terperangkap di panggul ini di antaranya dapat menyebabkan:

  • Gangguan atau rasa tidak nyaman
  • Pembentukan bekas luka
  • Adhesi, di mana jaringan mengikat organ panggul
  • Sakit parah selama menstruasi
  • Masalah kesuburan atau kemandulan

Baca juga: 6 Cara Mencegah Gangguan Kesuburan pada Pria dan Wanita

Komplikasi utama dari endometriosis ini bisa dibilang adalah gangguan kesuburan.

Sekitar 1/3 hingga 1/2 dari wanita dengan endometriosis bahkan dilaporkan mengalami kesulitan untuk hamil.

Agar kehamilan dapat terjadi, sel telur harus dilepaskan dari ovarium, berjalan melalui tuba falopi yang berdekatan, dibuahi oleh sel sperma dan menempelkan dirinya ke dinding rahim untuk memulai perkembangan.

Endometriosis dapat menghalangi tuba dan mencegah telur dan sperma bersatu.

Tetapi kondisi tersebut juga tampaknya bisa memengaruhi kesuburan dengan cara yang tidak langsung, seperti dengan merusak sperma atau sel telur.

Meski begitu, banyak penderita endometriosis ringan sampai sedang masih bisa hamil sampai cukup bulan.

Baca juga: 16 Makanan untuk Meningkatkan Kesuburan Saat Program Hamil

Dokter terkadang menyarankan penderita endometriosis untuk tidak menunda memiliki anak karena kondisinya dapat memburuk seiring berjalannya waktu.

Selain gangguan kesuburan, komplikasi endometriosis lainnya yang patut diwaspadai adalah kemunculan kanker ovarium.

Kanker ovarium cenderung terjadi pada tingkat yang lebih tinggi dari yang diperkirakan pada mereka yang menderita endometriosis.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa endometriosis meningkatkan risiko tersebut, tetapi masih relatif rendah.

Meskipun jarang, jenis kanker lain, seperti adenokarsinoma terkait endometriosis dapat pula berkembang di kemudian hari pada penderita endometriosis.

Untuk mengantispasi kejadian tersebut, alangkah baiknya bagi setiap wanita dapat melakukan deteksi dini endometriosis, salah satunya dengan mengenali keluhan nyeri haid yang dialami.

Ciri nyeri haid yang mengarah pada kondisi endometriosis

Merangkum Mayo Clinic, gejala utama endometriosis adalah nyeri panggul yang sering kali dikaitkan dengan periode menstruasi.

Meskipun banyak wanita mengalami kram selama periode menstruasi, penderita endometriosis biasanya menggambarkan nyeri haid yang jauh lebih buruk dari biasanya.

Baca juga: Berapa Lama Telat Haid yang Normal?

Nyeri haid juga bisa meningkat seiring berjalannya waktu.

Jadi, jika Anda mengalami nyeri haid demikian, akan lebih baik jika segera berkonsultasi dengan dokter.

Oleh masyarakat awam, endometriosis terkadang dapat disalahkahartikan sebagai kondisi lain yang bisa menyebabkan nyeri panggul, seperti penyakit radang panggul atau kista ovarium.

Tapi, dua penyakit lain itu tetap butuh juga penanganan dokter, sehingga baik untuk minta pendapat ahli bila mengalami nyeri haid tidak seperti biasanya.

Nyeri panggul dan kram sebagai gejala endometriosis dapat dimulai sebelum dan berlanjut selama beberapa hari hingga periode menstruasi.

Baca juga: Berapa Hari Masa Subur pada Wanita Terjadi?

Selain nyeri haid tidak biasa, beberapa kondisi ini juga bisa mengarah pada tanda dan gejala endometrisosis:

  • Nyeri selama atau setelah berhubungan seks
  • Nyeri saat buang air besar atau buang air kecil terutama selama periode menstruasi
  • Pendarahan yang berlebih, di mana wanita mungkin mengalami periode menstruasi yang berat atau pendarahan antarperiode (pendarahan intermenstrual)
  • Wanita mungkin mengalami kelelahan, diare, sembelit, kembung atau mual, terutama selama periode menstruasi

Tingkat keparahan rasa sakit yang dialami wanita pada kasus endometriosis belum tentu merupakan indikator yang dapat diandalkan tentang sejauh mana kondisi tersebut berkembang.

Seorang wanita bisa mengalami endometriosis ringan dengan rasa sakit yang parah, atau bisa juga memiliki endometriosis lanjut dengan sedikit atau tanpa rasa sakit.

Agar lebih aman, temui dokter apabila Anda memiliki tanda dan gejala yang mungkin mengindikasikan endometriosis, terlebih jika Anda mengantongi sejumlah faktor risiko penyakit ini.

Baca juga: Posisi Bercinta Saat Hamil Sesuai Trimester

Beberapa faktor yang bisa menempatkan Anda pada risiko lebih besar terkena endometriosis di antaranya, yakni:

  • Tidak pernah melahirkan
  • Memulai menstruasi pada usia dini
  • Menopause pada usia yang lebih tua
  • Siklus menstruasi pendek, misalnya kurang dari 27 hari
  • Periode menstruasi berat yang berlangsung lebih dari tujuh hari
  • Memiliki tingkat estrogen yang lebih tinggi dalam tubuh atau paparan seumur hidup yang lebih besar terhadap estrogen yang diproduksi tubuh
  • Indeks massa tubuh (IMT) rendah
  • Memiliki satu atau lebih kerabat (ibu, bibi, atau saudara perempuan) dengan endometriosis
  • Kondisi medis apa pun yang menghalangi aliran menstruasi ke luar tubuh secara normal
  • Kelainan saluran reproduksi

Endometriosis bisa menjadi kondisi yang menantang untuk ditangani.

Diagnosis dini, pemahaman tentang diagnosis Anda, dan bantuan tim medis multidisiplin dapat menghasilkan manajemen gejala endometriosis yang lebih baik.

Baca juga: 5 Penyebab Penis Sulit Penetrasi Saat Bercinta dan Cara Mengatasinya

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X