Overdosis Kafein: Penyebab, Gejala, dan Risiko Kematian

Kompas.com - 02/10/2020, 09:04 WIB
Ilustrasi kafein. Konsumsi kafein terlalu berlebihan bisa memicu risiko kemandulan. ShutterstockIlustrasi kafein. Konsumsi kafein terlalu berlebihan bisa memicu risiko kemandulan.

KOMPAS.com - Konsumsi kopi telah menjadi kebiasaan banyak orang. Salah satu alasan yang sering dipakai adalah kebutuhan asupan kafein agar tetap terjaga.

Kafein sendiri merupakan stimulan yang secara teknis adalah obat.

Menurut Mayo Clinic, jumlah batas konsumsi kafein yang disarankan adalah 400 miligram per hari untuk orang dewasa yang sehat.

Baca juga: Mengenal Efek Negatif dan Manfaat Kafein untuk Kesehatan

Jumlah kafein yang aman berbeda untuk setiap orang berdasarkan usia, berat badan, dan kondisi kesehatan keseluruhan.

Meski begitu, angka batas tersebut adalah angka rata-rata yang aman dikonsumsi oleh orang dewasa.

Jika konsumsinya melebihi dari angka tersebut, overdosis kafein bisa saja terjadi.

Melansir dari Healthline, overdosis kafein dapat mengancam jiwa dalam kasus yang parah.

Tetapi, kebanyakan orang yang mengalami konsisi ini hanya menunjukkan beberapa gejala yang tidak menyenangkan dan berangsur kembali normal begitu kafein keluar dari tubuh.

Waktu pengaruh kafein dalam darah sendiri berkisar antara 1,5 hingga 9,5 jam.

Penyebab overdosis kafein

Overdosis kafein terjadi saat Anda mengonsumsi terlalu banyak kafein melalui minuman, makanan, atau obat-obatan.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X