Kompas.com - 06/10/2020, 09:45 WIB
Ilustrasi hamil shutterstockIlustrasi hamil

Kapan ibu hamil perlu mewaspadai kaki bengkak?

Meski terbilang normal, kaki bengkak saat hamil perlu diwaspadai ketika disertai dengan kondisi lain.

Melansir Buku Tetap Bugar dan Energik Selama Hamil (2010) oleh dr. Ova Emilia, M.Med,Ed., PhD., Sp.OG(K) & Harry Freitag, S.Gz, Dietisien, pembengkakan di bagian tubuh, termasuk kaki saat hamil dapat dikatakan wajar jika tidak disertai dengan peningkatan tekanan darah.

Namun, jika pembengkakan ini disertai dengan peningkatan tekanan darah, misalnya saja sistoliknya meningkat dari 100 mmHg menjadi 130 mmHg, ibu hamil perlu berhati-hati.

Pasalnya, kondisi ini dapat dijadikan pertanda bahwa ibu mengalami preeklamsia.

Preeklamsia adalah sejenis penyakit selama kehamilan yang ditandai dengan hipertensi, edema, dan proteinuria (kehadiran protein dalam urin secara berebihan).

Mengonsumsi obat-obatan yang memicu buang air kecl atau menjalani diet rendah garam belum tentu mampu memperbaiki preeklamsia.

Tindakan yang perlu ibu lakukan adalah banyak megonsumsi cairan sesuai dengan kebutuhan dan segera berkonsultasi dengan dokter.

Baca juga: Kenali 9 Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir

Semenatara, untuk mengantisipasi kondisi preeklamsia, ibu hamil akan lebih baik jika rutin mengecek tekanan darah selama masa kehamilan, bukan hanya saat mendapati kaki bengkak.

Merangkum Medical News Today, jika tidak ditangani, preeklamsia dapat menyebabkan banyak komplikasi, seperti:

  • Eklamsia, yakni komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kejang
  • Kerusakan organ, seperti edema paru, gagal ginjal, dan gagal hati
  • Penyakit jantung
  • Gangguan pembekuan darah
  • Sindrom HELLP
  • Solusio plasenta
  • Stroke hemoragik

Komplikasi preeklamsia bahkan bisa menyerang janin.

Berikut beberapa bahaya preeklamsia pada janin:

  • Pertumbuhan janin terhambat
  • Lahir prematur
  • Lahir dengan berat badan rendah
  • Neonatal respiratory distress syndrome (NRDS)

Baca juga: 7 Zat Gizi yang Sangat Dibutuhkan Ibu Hamil

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Coxsackie
Coxsackie
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.