Kompas.com - 07/10/2020, 06:15 WIB
Ilustrasi diet SHUTTERSTOCK/YURIY MAKSYMIVIlustrasi diet

KOMPAS.com - Pola diet yang memberikan hasil maksimal dan instan selalu menjadi kontroversi.

Pasalnya, pola diet dengan hasil instan seringkali tak memberikan hasil jangka panjang.

Diet yang memberikan hasil cepat biasanya menimbulkan berbagai risiko seperti malnutrisi, kelelahan, dan hilangnya massa otot.

Diet semacam ini biasanya memberikan efek "yo yo" atau membuat berat badan kembali naik setelah berhenti melakoni pola diet tersebut.

Baca juga: Dikira Baik untuk Diet, Ini Bahaya Makanan dengan Kalori Kosong

Seperti apakah cara terbaik untuk menurunkan berat badan?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika ingin menurunkan berat badan, cara terbaik adalah dengan menghitung berapa banyak energi atau kalori yang dibutuhkan untuk mempertahankan berat badannya saat ini.

Setelah itu, kurangi asupan kalori yang harus dikonsumsi. Namun, tetap pastikan asupan kalori harian kita sesuai kebutuhan.

Mengurangi konsumsi kalori

Mengurangi asupan kalori dapat membantu seseorang menurunkan berat badan.

Untuk mengurangi asupan kalori tanpa membuat tubuh merasakan lapar, kita bisa melakukan teknik berikut:

1. Konsumsi lebih banyak protein

Riset menunjukkan protein dapat meningkatkan laju metabolisme dan menekan nafsu makan.

Pasalnya, protein membutuhkan energi untuk bermetabolisme.

Konsumsi makanan tinggi protein tinggi dapat meningkatkan kalori yang dibakar hingga 80-100 kalori per hari.

2. Hindari minuman manis

Minuman manis biasanya mengandung kalori yang tinggi dan membuat nafsu makan semakin meningkat.

Penelitian menunjukkan satu porsi minuman manis dapat meningkatkan obesitas di kalangan anak-anak hingga 60 persen.

Terlalu banyak konsumsi minuman manis juga bisa membahayakan metaboisme dan meningkatkan berbagai risiko penyakit kronis.

3. Perbanyak minum air putih

Minum sekitar delapan gelas air setiap hari membuat tubuh membakar sekitar 96 kalori lebih banyak.

Minum air putih juga dapat mengurangi rasa lapar. Secara otomatis, hal ini bisa membuat kita mengonsumsi kalori lebih sedikit.

Jika dikombinasikan dengan pola makan sehat, minum lebih banyak air (terutama sebelum makan) juga dapat menurunkan berat badan secara signifikan.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Soda Diet Bantu Turunkan Berat Badan?

4. Rutin olahraga

Ketika asupan kalori berkurang, tubuh rentan kehilangan massa otot dan metabolisme melambat.

Untuk mencegahnya, kita bisa rutin melakukan olahraga angkat beban.

Kita bisa mengombinasikan jenis olahraga ini dengan olahraga kardio seperti jalan kaki, berenang atau jogging, agar memberikan hasil maksimal.

5. Kurangi asupan karbohidrat

Mengurangi karbohidrat adalah cara yang sangat efektif untuk menurunkan berat badan, karena mengurangi nafsu makan dan membuat asupan kalori menurun.

Penelitian telah menunjukkan mengonsumsi makanan rendah karbohidrat dapat membuat kita kehilangan sekitar dua hingga tiga kali berat badan daripada diet rendah lemak.

Tak hanya itu, diet rendah karbohidrat juga memiliki banyak manfaat lain, terutama bagi penderita diabetes tipe 2 atau sindrom metabolik.

Selain mengurangi asupan karbohidrat, kita juga harus memperbanyak konsumsi serat untuk menunjang kesehatan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skizoafektif

Skizoafektif

Penyakit
7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

Health
Trakhoma

Trakhoma

Penyakit
6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.