Kompas.com - 07/10/2020, 19:33 WIB
Ilustrasi garam laut. SHUTTERSTOCK/ILEISH ANNAIlustrasi garam laut.

KOMPAS.com - Meski kita tahu mengonsumsi makanan tinggi garam akan berdampak negatif pada kesehatan, nyatanya sangat susah menghindarinya.

Makanan gurih yang tinggi garam seringkali membuat kita ketagihan dan tak ingin berhenti memakannya.

Padahal, konsumsi garam berlebih telah terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung.

Bukan hanya cita rasa asin dan gurih yang nikmat, mendambakan makanan tinggi garam ternyata bisa menandakan adanya gangguan kesehatan.

Baca juga: Infeksi Telinga: Gejala, Penyebab, Pencegahan, dan Cara Mengatasinya

Berikut gangguan kesehatan yang membuat kita selalu ingin mengonsumsi makanan asin:

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Dehidrasi

Tubuh memerlukan cairan agar berfungsi dengan baik. Saat kadar air dalam tubuh berkurang, kondisi ini bisa membuat kita ingin mengidam makanan asin.

Dengan cara ini, tubuh akan membuat ingin ingin makan dan minum lebih banyak lagi.

Gejala lain yang muncul saat dehidrasi antara lain:

  • kulit dingin dan lembap
  • pusing
  • merasa sangat haus
  • sakit kepala
  • produksi urin menurun
  • perubahan mood dan mudah marah
  • detak jantung cepat
  • kejang otot atau kram.

2. Ketidakseimbangan elektrolit

Cairan dalam tubuh membawa mineral penting untuk membantu fungsi tubuh bekerja optimal.

Sodium, yang ditemukan dalam garam meja, adalah salah satu mineral yang dibawa oleh tubuh.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X