Kompas.com - 09/10/2020, 07:41 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

Ini artinya, pelekatan menyusui sangat penting. Pastikan bayi tidak sekadar menempel pada puting susu.

Baca juga: Jangan Dibuang, Kolostrum Bisa Bantu Cegah Stunting pada Bayi

Pelekatan yang tepat biasanya akan membuat bibir bayi mengarah keluar seperti memble. Lidah bayi yang melekat denga tepat akan berada di bawah payudara.

Selain itu, pelekatan yang tepat biasanya membuat bayi tidak hanya mengisap puting tapi sebagian besar areola payudara.

3. Jarang menyusui

Berikan ASI pada bayi setidaknya setiap dua hingga 4 jam sepanjang hari. Dengan kata lain, bayi perlu menyusu setidaknya 8 hingga 12 kali dalam waktu 24 jam.

Jika bayi ingin lebih sering menyusu, segera susui tanpa menunggu bayi menangis.

Bayi menangis adalah tanda keterlambatan pemberian ASI.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Berat Badan Bayi ASI Eksklusif Kok Susah Naik?
Bayi yang menyusu ASI secara eksklusif kadang kala susah naik atau seret. Apa penyebabnya?
Bagikan artikel ini melalui

Jika bayi Anda adalah bayi yang "mengantuk" yang tidak memberi isyarat untuk menyusu setidaknya 8 kali dalam 24 jam, Anda harus membangunkan bayi untuk sering menyusu.

Bangunkan bayi kira-kira setiap 2 jam pada siang dan malam hari. Atau, setidaknya susui bayi setiap 3 jam hingga 4 jam di malam hari sampai penambahan berat badan membaik.

4. Menyusu dalam waktu singkat

Bayi baru lahir harus menyusu minimal selama sekitar 8 hingga 10 menit di setiap sisi payudara.

Seiring bertambahnya usia anak Anda, mereka tidak perlu menyusui selama mereka membutuhkan ASI.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Badan Lemas
Badan Lemas
PENYAKIT
Menggigil
Menggigil
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lesi Kulit

Lesi Kulit

Penyakit
Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Health
Badan Lemas

Badan Lemas

Penyakit
Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Health
Pinggiran Lidah Bergelombang

Pinggiran Lidah Bergelombang

Penyakit
3 Cara Mengobati Kencing Batu

3 Cara Mengobati Kencing Batu

Health
Infeksi Parasit

Infeksi Parasit

Penyakit
Lidah Geografik

Lidah Geografik

Penyakit
Bibir Sobek

Bibir Sobek

Penyakit
Cedera Olahraga, Pentingnya “Sedia Payung Sebelum Hujan” Bagi Atlet

Cedera Olahraga, Pentingnya “Sedia Payung Sebelum Hujan” Bagi Atlet

Health
Kaki Panjang Sebelah

Kaki Panjang Sebelah

Penyakit
Kisah M. Habib Shaleh, 'Lahir Kembali' setelah Koma Cedera Olahraga

Kisah M. Habib Shaleh, "Lahir Kembali" setelah Koma Cedera Olahraga

Health
Gangguan Elektrolit

Gangguan Elektrolit

Penyakit
4 Teh Herbal yang Bisa Mengatasi Sembelit

4 Teh Herbal yang Bisa Mengatasi Sembelit

Health
Leher Kaku

Leher Kaku

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.