Mitos atau Fakta, Konsumsi Daging Merah Berbahaya untuk Kesehatan?

Kompas.com - 16/10/2020, 18:15 WIB
Ilustrasi daging merah dan daging putih. Ilustrasi daging merah dan daging putih.

KOMPAS.com - Daging merah seringkali dianggap sebagai makanan tak menyehatkan.

Konsumsi daging merah seringkali dianggap sebagai pemicu kanker dan berbagai penyakit kronis.

Padahal, bahan makanan ini juga mengandung vitamin dan mineral esensial yang menyehatkan.

Baca juga: Tak Selamanya Handsanitizer Ampuh Basmi Virus dan Kuman

Fakta daging merah

Daging merah merupakan bahan makanan yang berasal dari mamalia. Konsumsi daging merah sudah dilakukan oleh manusia sejak ribuan tahun lalu.

Namun, daging yang dikonsumsi saat ini berbeda dengan daging yang dikonsumsi manusiapada zaman dahulu.

Dahulu, hewan-hewan bebas berkeliaran dan memakan rumput.

Saat ini, daging merah yang dikonsumsi kebanyakan berasal dari hewan yang segaja dipelihara dengan makanan yang tak lagi alami.

Bahkan, banyak hewan ternak yang diberi hormon pemacu pertumbuhan.

Tak hanya itu, beberapa produk daging juga telah mengalami pemrosesan tinggi, seperti pengawetan dan penambahan berbagai bahan kimia.

Itu sebabnya, daging yang kini dipasarkan memiliki berbagai variasi seperti berikut:

- Daging olahan

Produk daging ini biasanya berasal dari hewan ternak yang dipelihara secara konvensial dan melalui berbagai metode pengolahan. Contoh produk daging olahan antara lain sosis dan kornet.

- Daging merah konvensial

Daging merah konvensional tidak banyak diolah, tetapi biasa berasal dari hewan yang dipeliharan oleh peternakan.

Biasanya, hewan-hewan tersebut diberi hormon pemacu pertumbuhan atau antibiotik.

- Daging organik

Daging ini berasal dari hewan yang diberi makan dan dibesarkan secara alami tanpa obat dan hormon pemacu.

Itu sebabnya, jenis daging ini dianggap paling menyehatkan.

Manfaat daging merah

Meski diklaim bisa memicu berbagai penyakit kronis, daging merah juga kaya akan nutrisi penting.

Misalnya, satu porsi daging merah - yakni sekitar100 gram - mengandung sekitar 25 persen asupan harian vitamin B3 dan 32 persen asupan seng yang direkomendasikan.

Baca juga: Penting untuk Kesehatan Mental, Berikut 4 Cara Meningkatkan Serotonin

Daging merah juga tinggi zat besi heme, yang diserap lebih baik daripada zat besi yang berasal dari tumbuhan.

Bahan makanan ini juga kaya akan vitamin B-6, selenium, serta vitamin dan mineral lainnya.

Meski demikian, konsumsi daging merah memang tidak bisa sembarangan. Kita hanya boleh mengonsumsinya dalam jumlah wajar.

The American Institute for Cancer Research, misalnya, merekomendasikan konsumsi daging merah tidak lebih dari 18 ons daging setiap minggu untuk mengurangi risiko kanker.

Kita juga harus menghindari konsumsi daging merah olahankarena bisa memicu hipertensi, kanker pencernaan, penyakit jantung, dan penyakut paru obstruktif kronis.

Itu sebabnya, kita harus mengonsumsinya dalam jumlah wajaragar mendapatkan manfaat maksimal dan terhindar dari efek samping.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X