Kompas.com - 22/10/2020, 19:37 WIB
Ilustrasi sperma bergerak menuju ovum SHUTTERSTOCK/Yurchanka SiarheiIlustrasi sperma bergerak menuju ovum

Studi kecil yang dipublikasikan di Nature Cell Biology menemukan bahwa menyuntikkan spermidine ke sel kulit dapat memperlambat proses penuaan.

Kendati demikian, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan keamanan dan efektivitasnya, terutama saat dioleskan secara langsung.

Cara paling efektif untuk mengurangi kerutan di kulit adalah menggunakan serum yang mengandung vitamin C dan retinoid.

Selain itu, pastikan untuk melindungi kulit saat terpapar sinar matahari.

Baca juga: Idealnya, Sperma Harus Keluar Berapa Kali dalam Seminggu?

3. Sperma mengandung protein

Penelitian menunjukkan, sperma memiliki lebih dari 200 protein.

Namun, jumlahnya rata-rata hanya sebanyak 5.040 miligram per 100 mililiter, atau beratnya setara lima gram apabila dikonversikan dalam bobot asupan.

Jumlah protein dalam sperma tersebut tak cukup untuk membuat perubahan signifikan buat kulit dan wajah.

Sebagai ilustrasi, wanita rata-rata membutuhkan 46 protein dalam sehari. Sedangkan pria membutuhkan 56 gram protein dalam sehari.

Selain itu, kontribusi protein dalam manfaat sperma juga kurang signifikan, karena jenis protein dalam produk perawatan kulit biasanya adalah peptida.

Asam amino ini bisa membantu membuat kulit kencang dan bebas kerutan apabila dikombinasikan dengan bahan lain.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X