Fakta Nutrisi Jeruk, Buah Paling Populer di Dunia

Kompas.com - 26/10/2020, 16:00 WIB
- live science-

KOMPAS.com - Jeruk adalah salah satu buah paling populer di dunia. Buah beraroma segar ini mudah ditemui di mana pun dan di berbagai jenis musim.

Di Indonesia, jeruk punya berbagai jenis. Mulai dari jeruk buah hingga untuk diperas sebagai menu minuman yang segar.

Buah ini digandrungi oleh banyak orang karena rasanya yang segar campuran antara manis dan asam.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Jeruk Nipis dapat Mengecilkan Perut Buncit?

Buah yang asal muasalnya masih misteri ini kerap diidentikkan sebagai sumber vitamin C yang baik.

Kandungan dalam jeruk tersebut membuat buah ini makin digemari karena banyak orang ingin mendapatkan manfaat kesehatannya.

Selain vitamin C, buah ini juga menawarkan berbagai kandungan bergizi seperti kalsium, kalium, serat, folat, dan berbagai jenis antioksidan.

Lebih lengkapnya, begini kandungan 100 gram jeruk.

  • Kalori: 47
  • Air: 87 persen
  • Protein: 0,9 gram
  • Karbohidrat: 11,8 gram
  • Gula: 9,4 gram
  • Serat: 2,4 gram
  • Lemak: 0,1 gram

Karbohidrat

Kandungan utama jeruk adalah karbohidrat dan air.

Dikutip dari Verywell Fit, karbohidrat dalam jeruk berasal dari gula sederhana dan serat. Jenis gula sederhana dalam jeruk adalah glukosa, fruktosa, dan sukrosa.

Jenis-jenis gula sederhana itu bertanggung jawab atas rasa manis buah.

Terlepas dari kandungan gulanya, jeruk memiliki indeks glikemik (GI) rendah dari 31-51.

Baca juga: Resep Infused Water Lemon dan Jeruk Nipis untuk Dongkrak Imunitas

Ini adalah ukuran seberapa cepat gula memasuki aliran darah Anda setelah makan.

Ini artinya, konsumsi jeruk tidak akan meningkatkan gula darah Anda dengan cepat.

Nilai GI yang rendah dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan.

GI rendah jeruk disebabkan oleh kandungan polifenol dan seratnya yang tinggi, yang memoderasi peningkatan gula darah.

Serat

Meski mengandung gula sederhana, jeruk adalah sumber serat yang baik. Satu jeruk berukuran besar atau sekitar 184 gram mengandung 18 persen kebutuhan serat harian.

Dilansir dari Healthline, serat utama yang terdapat pada jeruk adalah pektin, selulosa, hemiselulosa, dan lignin.

Serat makanan dikaitkan dengan banyak efek kesehatan yang bermanfaat, termasuk peningkatan kesehatan pencernaan, penurunan berat badan, dan kolesterol.

Lemak

Buah jeruk segar hampir tidak mengandung lemak. Selain itu, buah ini juga bebas kolesterol.

Protein

Seperti lemak, protein dalam jeruk juga tidak banyak. Bahkan, dapat dikatakan jeruk merupakan sumber protein yang buruk.

Untuk memenuhi kebutuhan protein harian, kita perlu mengonsumsi jenis makanan lain.

Baca juga: 6 Manfaat Jeruk Nipis untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya

Vitamin dan mineral

Sudah kondah bahwa jeruk adalah sumber vitamin C yang baik.

Tapi tak hanya vitamin C, buah ini juga mengandung vitamin dan mineral lain seperti tiamin, folat, dan kalium.

  • Vitamin C. Satu jeruk besar menyediakan lebih dari 100 persen kebutuhan harian vitamin C.
  • Tiamin. Jeruk juga mengandung tiamin atau vitamin B1 yang juga ditemukan dalam berbagai macam makanan.
  • Folat. Jeruk memiliki kandungan asam folat atauvitamin B9 yang memiliki banyak fungsi penting dan ditemukan di banyak makanan nabati.
  • Kalium. Jeruk adalah sumber kalium yang baik dan bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah pada orang yang sudah memiliki kadar tinggi dan dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

Senyawa lainnya

Jeruk juga kaya akan berbagai senyawa tanaman bioaktif, yang diyakini bertanggung jawab atas banyak efek kesehatan yang bermanfaat.

Dua golongan utama senyawa tanaman antioksidan pada jeruk adalah karotenoid dan fenolat (senyawa fenolik).

Fenolat

Jeruk adalah sumber senyawa fenolik yang sangat baik - terutama flavonoid, yang berkontribusi pada sebagian besar sifat antioksidannya.

Baca juga: Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi secara Alami dengan Jeruk Lemon

  • Hesperidin. Flavonoid jeruk yang merupakan salah satu antioksidan utama dalam jeruk, hesperidin dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan.
  • Antosianin. Kelas flavonoid antioksidan, antosianin bertanggung jawab atas daging merah jeruk darah.

Karotenoid

Semua buah jeruk mengandung antioksidan karotenoid yang tinggi, yang bertanggung jawab atas warnanya yang kaya. Beberapa jenis karotenoid dalam jeruk di antaranya:

  • Beta-cryptoxanthin adalah salah satu antioksidan karotenoid paling melimpah di jeruk. Tubuh Anda mengubahnya menjadi vitamin A.
  • Likopen yang ditemukan dalam jumlah tinggi pada jeruk pusar daging merah dan memiliki berbagai manfaat kesehatan.

Asam sitrat

Jeruk dan buah jeruk lainnya tinggi asam sitrat dan sitrat, yang berkontribusi pada rasa asamnya.

Penelitian menunjukkan bahwa asam sitrat dan sitrat dari jeruk dapat membantu mencegah pembentukan batu ginjal.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X