Kompas.com - 29/10/2020, 14:05 WIB
Ilustrasi media sosial (ipopba) KOMPAS.COM/Ilustrasi media sosial (ipopba)

KOMPAS.com - Pernahkah Anda menghitung berapa kali Anda menyentuh dan menggunakan ponsel Anda?

Di zaman digital seperti saat ini, penggunaan ponsel tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, kadang bisa dikatakan manusia justru menjadi budak perangkat digital.

Salah satu yang sering membuat kita tidak bisa melepaskan gawai adalah penggunaan media sosial.

Baca juga: Waspada, Main HP di Kamar Mandi Bisa Sebabkan Ambeien

Kabar buruknya, menggunakan media sosial sering kali dapat menjadi sumber stres kronis yang tidak disadari banyak orang.

Tak hanya stres, penggunaan perangkat digital dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan rasa terisolasi, cemas, depresi, bahkan imunitas yang makin melemah.

Untuk mengatasi kondisi-kondisi buruk akibat penggunaan perangkat digital kita perlu melakukan detoksifikasi digital.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dikutip dari Verywell Mind, detoksifikasi digital mengacu pada periode waktu tertentu ketika seseorang menahan diri untuk tidak menggunakan perangkat teknologi seperti ponsel, televisi, komputer, tablet, dan situs media sosial.

Cara ini dapat dilihat sebagai cara orang untuk fokus pada interaksi sosial di kehidupan nyata tanpa gangguan.

Detoksifikasi digital bertujuan untuk melepaskan stres yang berasal dari konektivitas yang konstan.

Sayangnya, rasa stres atau tertekan ini sering tidak disadari bahkan disangkal oleh banyak orang. Banyak yang berpikir bahwa penggunaan gawai tidak mungkin memiliki risiko bahaya seperti stres kronis.

Namun, pada kenyataannya, kerap terjadi. Untuk itu, sangat penting mengenali tanda-tanda kita memerlukan detoksifikasi digital.

Berikut beberapa tanda seseorang memerlukan detoks digital.

Baca juga: Benarkah Radiasi HP Bisa Menyebabkan Kanker?

1. Merasa cemas atau stres ketika tidak dapat menemukan ponsel Anda

Rasa kecemasan atau tertekan ketika tidak memegang ponsel atau gawai adalah salah satu tanda penting bahwa Anda perlu detoks digital.

Anda tidak perlu serta merta melepaskan kebiasaan mengecek ponsel. Cukup kurangi penggunaan ponsel secara bertahap.

Cobalah untuk memegang ponsel ketika Anda benar-benar perlu menggunakannya.

Anda juga bisa meninggalkan ponsel ketika berada di rumah selama waktu dengan keluarga.

2. Terus menerus memeriksa ponsel setiap menit

Jika Anda tersadar atau mungkin mendapat teguran dari teman atau keluarga tentang penggunaan ponsel selama waktu bersama mungkin ini adalah tanda bahwa Anda perlu detoks digital.

Sering kali tidak bisa meninggalkan ponsel bahkan saat bersama dengan orang tersayang dapat berdampak buruk pada hubungan pribadi Anda.

Jika Anda kerap bertengkar dengan pasangan masalah penggunaan ponsel, barangkali ini adalah sinyal bahwa Anda terlalu banyak menghabiskan waktu dengan perangkat digital dibanding komunikasi di dunia nyata.

3. Tidak bisa tenang sebelum memeriksa media sosial

Hampir semua orang di dunia saat ini mengenal media sosial. Sering kali, orang bahkan lebih banyak menghabiskan waktunya di media sosial dibanding dunia nyata.

Baca juga: Awas, Simpan HP di Saku Celana Bisa Rusak Kualitas Sperma

Jika Anda mengalami rasa cemas jika tidak memeriksa timeline media sosial selama rentang waktu tertentu, ini adalah tanda perlunya detoks digital.

Kondisi ini kerap disebut dengan ketakutak ketinggalan sesuatu atau Fear of Missing Out (FOMO).

4. Merasa iri, tertekan, dan cemas setelah melihat media sosial

Sama seperti kecemasan yang muncul jika tidak memeriksa media sosial, beberapa orang justru makin merasa tertekan dan cemas setelah melihat media sosialnya.

Dikutip dari Bustle, FOMO dan kecemburuan hidup merupakan kutukan milenial.

Anda mungkin merasa iri dan cemburu melihat unggahan orang lain. Selanjutnya, Anda mungkin sibuk membandingkan kehidupan Anda dengan orang tersebut.

Padahal, apa yang Anda lihat belum tentu sesuai dengan kenyataan yang terjadi sebenarnya.

5. Sibuk memikirkan jumlah like dan komen

Beberapa orang juga kerap sibuk memikirkan jumlah like dan komen yang didapatkan dari unggahannya.

Tak jarang orang khawatir hanya mendapatkan sedikit like atau komen dari apa yang mereka unggah.

Baca juga: Selain Mager, Berikut 4 Bahaya Kebiasaan Bangun Tidur Langsung Main HP

Bahkan Anda mungkin menghabiskan banyak waktu untuk menulis keterangan foto (caption) atau mengedit foto agar mendapatkan banyak like dan komen.

Ini merupakan tanda Anda memerlukan detoks digital.

6. Menjawab pesan singkat secepat mungkin dan kesal saat orang lain tidak melakukan yang sama

Bukan rahasia lagi jika masing-masing orag memiliki kesibukan masing-masing.

Jika Anda terbiasa membalas pesan dalam waktu cepat, jangan gunakan standar tersebut pada orang lain.

Saat Anda sudah merasa kesal ketika orang lain tidak membalas pesan dengan cepat, itu tandanya Anda perlu detoks digital.

7. Sulit berkonsentrasi pada satu hal tanpa memeriksa ponsel

Setiap melakukan aktivitas tertentu, hal pertama yang Anda lakukan adalah memeriksa ponsel terlebih dahulu.

Bahkan mungkin Anda sering menghentikan aktivitas hanya untuk memeriksa ponsel.

Jika kedua hal tersebut terjadi, ini adalah tanda bahwa detoks digital perlu segera Anda jalani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Mengeluarkan Sperma Terlalu Sering Mengakibatkan Osteoporosis?

Apakah Mengeluarkan Sperma Terlalu Sering Mengakibatkan Osteoporosis?

Health
Trikomoniasis

Trikomoniasis

Penyakit
Tak Hanya Benjolan, Inilah Gejala Lain Kanker Payudara

Tak Hanya Benjolan, Inilah Gejala Lain Kanker Payudara

Health
Stenosis Spinal (Tulang Belakang)

Stenosis Spinal (Tulang Belakang)

Penyakit
Apakah Gagal Jantung Bisa Sembuh?

Apakah Gagal Jantung Bisa Sembuh?

Health
Akalasia

Akalasia

Penyakit
7 Penyebab Ada Benjolan di Rahang yang Bisa Terjadi

7 Penyebab Ada Benjolan di Rahang yang Bisa Terjadi

Health
Xanthelasma

Xanthelasma

Penyakit
Gejala Anemia pada Pasien Gagal Ginjal Kronis

Gejala Anemia pada Pasien Gagal Ginjal Kronis

Health
Serangan Iskemik Transien (Stroke Ringan)

Serangan Iskemik Transien (Stroke Ringan)

Penyakit
5 Sayuran yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes

5 Sayuran yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes

Health
De Quervain's Tenosynovitis

De Quervain's Tenosynovitis

Penyakit
Bahaya Toxic Parent dan Cara Mengatasinya

Bahaya Toxic Parent dan Cara Mengatasinya

Health
Folikulitis

Folikulitis

Penyakit
Apa Penyebab Luka Susah Sembuh pada Penderita Diabetes?

Apa Penyebab Luka Susah Sembuh pada Penderita Diabetes?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.