Kompas.com - 28/10/2020, 21:06 WIB
Ilustrasi seks AntonioGuillemIlustrasi seks

KOMPAS.com - Urusan ranjang bagi sebagian orang adalah privasi dan sangat rahasia. Ini membuat banyak orang malu mengungkapkan jika ada masalah pada kondisi hubungan seksual yang dihadapi.

Sayangnya, hal ini justru memicu keterlambatan penanganan.

Salah satu masalah yang kerap bikin orang bungkam mengenai kondisi hubungan seksualnya adalah hiperseks.

Baca juga: Tak Bisa Disepelekan, Hiperseks Pengaruhi Kesehatan dan Kehidupan

Hiperseks sendiri merupakan obsesi berlebihan terhadap seks, yang tak jarang dianggap sebagai gangguan kejiwaan.

Ini merupakan keasyikan berlebihan dengan fantasi, dorongan, atau perilaku seksual yang sulit dikendalikan.

Dikutip dari Mayo Clinic, kondisi ini kerap membuat tertekan dan berdampak negatif pada kesehatan, pekerjaan, hubungan dengan pasangan, atau kehidupan lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada kondisi tertentu, orang yang mengalami hiperseks mungkin terlibat dalam aktivitas seperti pornografi, prostitusi, masturbasi, dan masih banyak lagi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan kondisi ini dalam gangguan perilaku seksual kompulsif.

Melansir dari Psychology Today, beberapa peneliti cenderung melihat hiperseks sebagai masalah pengaturan perilaku. Tapi, beberapa ahli lainnya justru berpikir bahwa kondisi ini merupakan masalah kontrol impuls.

Pada tahun 2010, American Psychiatric Association merilis draf, kriteria awal yang dapat mendefinisikan "kecanduan seks", yang secara resmi disebut Gangguan Hiperseksual.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X