Kompas.com - 07/11/2020, 10:01 WIB
Ilustrasi EmiliaUIlustrasi

KOMPAS.com - Preeklamsia adalah kelainan kehamilan yang bisa membahayakan ibu hamil sekaligus janin dalam kandungannya.

Komplikasi kehamilan ini biasanya muncul setelah usia kandungan menginjak 20 minggu.

Kendati tidak terlalu umum, preeklamsia bisa dialami sekitar lima sampai delapan persen kehamilan.

Preeklamsia tidak bisa diobati. Satu-satunya jalan mengatasi gangguan kehamilan ini adalah dengan melahirkan bayi.

Semakin berat kondisi preeklamsia, penanganannya semakin sulit dan risiko bagi ibu hamil maupun bayi.

Baca juga: Penyebab dan Tanda Preeklamsia

Penyebab preeklamsia

Melansir NHS, penyebab preeklamsia diperkirakan karena plasenta bermasalah. Plasenta adalah organ yang memberikan pasokan makanan dan napas ke janin.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Perbedaan Preeklamsia Ringan dan Preeklamsia Berat
Preeklamsia digolongkan berdasarkan tingkat keparahannya, yakni preeklamsia ringan dan preeklamsia berat. Berikut perbedaan ciri-cirinya...
Bagikan artikel ini melalui

Ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko wanita mengalami preeklamsia, di antaranya:

  • Punya riwayat diabetes, tekanan darah tinggi, atau penyakit ginjal sebelum hamil
  • Penderita lupus atau sindrom antiphospholipid
  • Ibu atau saudara perempuannya mengalami preeklamsia
  • Hamil saat usia di atas 40 tahun
  • Jarak kehamilan dengan anak sebelumnya lebih dari 10 tahun
  • Hamil bayi kembar
  • Kelebihan berat badan

Peluang ibu hamil mengalami preeklamsia jadi lebih tinggi apabila memiliki lebih dari dua faktor risiko di atas.

Baca juga: Fakta Seputar Plasenta Previa, Biang Pendarahan pada Ibu Hamil

Gejala preeklamsia

Melansir Verywell Family, gejala preeklamsia paling umum ditandai dengan tekanan darah tinggi pada ibu hamil yang biasanya memiliki tekanan darah normal.

Selain itu, tanda preeklamsia umum lainnya yakni protein urine ibu hamil tinggi.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IDAI Minta Pengawasan dan Evaluasi Sekolah Tatap Muka Dioptimalkan

IDAI Minta Pengawasan dan Evaluasi Sekolah Tatap Muka Dioptimalkan

Health
Kejang Demam

Kejang Demam

Penyakit
9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

Health
Lidah Terasa Terbakar

Lidah Terasa Terbakar

Penyakit
6 Makanan untuk Penderita Masuk Angin

6 Makanan untuk Penderita Masuk Angin

Health
Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Health
10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Bentuk Puting Tidak Normal

Bentuk Puting Tidak Normal

Penyakit
11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Jari Tangan Kaku

Jari Tangan Kaku

Penyakit
Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Hipotermia

Hipotermia

Penyakit
Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Kaki Bengkak

Kaki Bengkak

Penyakit
7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.