Kompas.com - 27/11/2020, 19:01 WIB
Ilustrasi serangan jantung, jantung berdebar ShutterstockIlustrasi serangan jantung, jantung berdebar

KOMPAS.com - Serangan jantung adalah kondisi saat pasokan aliran darah pembawa oksigen ke jantung terhambat atau terputus.

Penyebab serangan jantung utamanya karena pembuluh darah mengalami penyempitan akibat penumpukan lemak, kolesterol, atau zat lain yang disebut plak.

Saat plak di dalam pembuluh darah arteri jantung pecah, daerah sekitar plak terbentuk darah beku.

Darah beku ini menghalangi aliran darah melewati pembuluh darah yang mengarah ke jantung. Akibatnya, otot jantung kekurangan nutrisi dan oksigen.

Baca juga: 6 Cara Mencegah Serangan Jantung Sesuai Usia

Menurut laman resmi American Heart Association, kurangnya nutrisi dan oksigen ke otot jantung bisa merusak organ jantung dan menimbulkan gejala serangan jantung atau infark miokard.

Ketika terjadi serangan jantung, tingkat keparahan cedera akibat kerusakan otot jantung sangat tergantung pada area terdampak pembuluh darah yang tersumbat, waktu cedera, dan penanganan.

Gejala serangan jantung saat tidur, seperti nyeri dada dan muncul keringat dingin penting dikenali untuk dapat dikonsultasikan segera dengan dokter.

Otot jantung yang rusak akibat serangan jantung bisa sembuh, namun memiliki jaringan parut di sekitarnya.

Tumbuhnya jaringan parut ini membuat kemampuan kontraksi atau memompa darah otot jantung menurun.

Baca juga: 4 Gejala Serangan Jantung yang Diam-diam Berdampak Fatal

Kabar baiknya, setelah mendapatkan perawatan medis yang tepat penderita kondisi otot jantung setelah serangan jantung bisa pulih selama beberapa minggu.

Setelah pulih dari serangan jantung, penderita perlu melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat dan minum obat khusus untuk mencegah serangan jantung.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hematuria

Hematuria

Penyakit
10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

Health
Mononukleosis

Mononukleosis

Penyakit
3 Bahaya Gorengan untuk Kesehatan Jantung

3 Bahaya Gorengan untuk Kesehatan Jantung

Health
Rhabdomyosarcoma

Rhabdomyosarcoma

Penyakit
4 Tanda Lever Bermasalah

4 Tanda Lever Bermasalah

Health
Insufisiensi Vena Kronis

Insufisiensi Vena Kronis

Penyakit
Ini Jenis Masker yang Efektif Cegah Varian Omicorn Menurut CDC

Ini Jenis Masker yang Efektif Cegah Varian Omicorn Menurut CDC

Health
3 Tipe Diet yang Direkomendasikan untuk Penderita PCOS

3 Tipe Diet yang Direkomendasikan untuk Penderita PCOS

Health
10 Macam Penyakit yang Ditandai dengan Sakit Kepala

10 Macam Penyakit yang Ditandai dengan Sakit Kepala

Health
Benarkah MSG Berbahaya untuk Kesehatan?

Benarkah MSG Berbahaya untuk Kesehatan?

Health
Hipersalivasi (Ptyalism)

Hipersalivasi (Ptyalism)

Penyakit
Sakit Kepala Hebat Mendadak, Waspadai Pendarahan Intraserebal

Sakit Kepala Hebat Mendadak, Waspadai Pendarahan Intraserebal

Health
Benarkah KB Spiral Dapat Menyebabkan Gemuk?

Benarkah KB Spiral Dapat Menyebabkan Gemuk?

Health
14 Penyebab Bangun Tidur Pinggang Sakit dan Cara Mengatasinya

14 Penyebab Bangun Tidur Pinggang Sakit dan Cara Mengatasinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.