Kompas.com - 13/12/2020, 14:04 WIB
Ilustrasi ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan di masa pandemi Covid-19. Ilustrasi ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan di masa pandemi Covid-19.

KOMPAS.com - Bagi para calon orangtua, salah satu momentum sentimental selama kehamilan adalah mendengarkan detak jantung janin.

Detak jantung janin saat di dalam kandungan sampai bayi lahir sekilas terasa sama.

Namun, selama di dalam rahim ibu, detak jantung janin berdegup dinamis seiring pertumbuhan organ vitalnya.

Berikut seluk-beluk fakta seputar detak jantung janin yang perlu diketahui para calon orangtua.

Baca juga: Detak Jantung Normal Per Menit sesuai Usia

Kapan detak jantung janin mulai terdeteksi?

Detak jantung janin mulai terdeteksi seiring pertumbuhan pembuluh darah dan organ jantung bayi di dalam kandungan.

Melansir What to Expect, pada usia kehamilan empat minggu, pembuluh darah telah terbentuk di dalam embrio. Tapi, bakal jantung bayi ini belum menghasilkan detak jantung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada minggu kelima kehamilan, jantung bayi di dalam rahim ibu hamil baru membentuk katup dan pembuluh darah prekusor. Pada momentum ini, jantung mulai berdetak, namun belum bisa dideteksi.

Baca juga: Detak Jantung Cepat: Penyebab dan Cara Mengatasi

Ketika usia kehamilan menginjak enam minggu, perkembangan organ jantung janin sudah mulai membentuk empat ruang. Setiap ruang jantung dibekali katup yang memungkinkan darah keluar masuk.

Begitu usia kehamilan menapaki sembilan sampai 10 minggu, organ jantung janin mulai terbentuk dan Anda bisa mendengar detak jantung janin.

Bagi para calon orangtua, cara mengetahui detak jantung janin bisa melalui pemeriksaan kandungan dengan alat ultrasonografi (USG).

Baca juga: Detak Jantung Normal Manusia dan Cara Menghitungnya

Bagaimana detak jantung janin normal?

Ilustrasi ibu hamil dan janin dalam kandungan.SHUTTERSTOCK/zffoto Ilustrasi ibu hamil dan janin dalam kandungan.
Detak jantung janin normal akan berubah-ubah secara dinamis sepanjang kehamilan.

Melansir Verywell Family, pada usia kehamilan lima minggu, jantung bayi di dalam kandungan mulai berdetak.

Detak jantung janin normal di masa ini mirip dengan detak jantung ibu, yakni antara 80-85 kali per menit (bpm).

Dari titik ini, detak jantung bayi di dalam kandungan akan meningkat sekitar 3 kali per menit (bpm) setiap hari selama bulan pertama.

Pada awal minggu kesembilan kehamilan, detak jantung janin normal rata-rata 175 kali per menit (bpm).

Dari titik ini, detak jantung bayi di dalam kandungan akan mengalami penurunan kecepatan sampai di tengah kehamilan menjadi sekitar 120-180 kali per menit (bpm).

Baca juga: Jantung Berdebar saat Hamil, Normal atau Tidak?

Terkadang, ada juga perlambatan detak jantung janin normal selama 10 minggu terakhir kehamilan.

Namun, detak jantung janin normal ini masih sekitar dua kali detak jantung normal orang dewasa dalam kondisi rileks.

Seperti diketahui, detak jantung normal orang dewasa dalam kondisi rileks adalah 60 sampai 100 kali per menit.

Sama halnya dengan orang dewasa, detak jantung janin normal bayi di dalam kandungan akan bervariasi sepanjang hari.

Perubahan gerakan, tidur, dan aktivitas lain bisa memengaruhi kecepatan degup jantung.

Jika ibu hamil merasakan ada perubahan pada detak jantung janin di dalam kandungannya, jangan khawatir berlebihan. Konsultasikan kepada dokter yang menangani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Aritmia
Aritmia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

Health
Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Health
Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Penyakit
17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Hati

Abses Hati

Penyakit
11 Penyebab Kekurangan Kalium

11 Penyebab Kekurangan Kalium

Health
Presbiopia

Presbiopia

Penyakit
3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

Health
Stenosis Mitral

Stenosis Mitral

Penyakit
Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Health
Narsistik

Narsistik

Penyakit
4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Paronikia

Paronikia

Penyakit
Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.