Kompas.com - 27/12/2020, 20:00 WIB
Ilustrasi lensa kontak SHUTTERSTOCKIlustrasi lensa kontak

KOMPAS.com - Sering memakai kontak lensa membuat kita berisiko besar mengalami infeksi mata.

Menurut data Cleveland Clinic, sekitar 80 hingga 90 persen kasus infeksi mata terjadi akibat pemakaian kontak lensa.

Infeksi yang terjadi akibat paparna bakteri staphylococcus aureus yang sulit sekali diatasi.

Pemakai kontak lensa juga rentan terinfeksi bakteri pseudomonas aeruginosa, yang bisa memicu lubang dikornea mata.

Infeksi mata akibat kontak lensa juta berpotensi besar mengalami jaringan parut permanen dan kehilangan penglihatan.

Baca juga: 3 Cara Mengobati Eksim Agar Tak Mudah Kambuh

Selain bakteri, infeksi jamur seperti aspergillus atau fusariam juga berpotensi mengancam penglihatan.

Sebagian besar infeksi tersebut terjadi karena kebersihan kontak lesan yang tidak terjaga.

Kabar baiknya, risiko tersebut bisa dicegah dengan cara berikut:

1. Perhatikan tanda-tanda infeksi

Tanda awal infeksi mata yang kerap terjadi, antara lain mata memerah, nyeri, berair, sensitif terhadap cahaya, penglihatan kabur atau rasa tak nyaman di mata.

Kondisi ini bisa terjadi karena adanya bakteri di mata. Jika merasakan gejala tersebut, segera periksa ke dokter. Penanganan yang terlambat akan menyebabkan komplikasi serius.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X