Kompas.com - 27/12/2020, 18:05 WIB
Ilustrasi panas di bawah terik matahari shutterstockIlustrasi panas di bawah terik matahari

KOMPAS.com – Terlalu lama melakukan aktivitas di bawah sengatan matahari bukan hanya bisa membuat kulit terbakar, melainkan juga heat stroke.

Melansir laman resmi Kemenkes, heat stroke adalah kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas karena tubuh tidak dapat mengontrol suhu badan.

Heat stroke dapat terjadi jika suhu tubuh naik dengan cepat hingga 41 derajat Celcius atau lebih tinggi dalam 10-15 menit dan tubuh sudah tidak dapat mengeluarkan keringat.

Baca juga: Dokter Sebut Ubah Warna Kulit Jadi Putih Bisa Picu Kanker Kulit

Heat stroke termasuk keadaan yang membutuhkan perawatan darurat.

Heat stroke yang tidak diobati dapat dengan cepat merusak otak, jantung, ginjal, dan otot.

Kerusakan bertambah parah jika pengobatan lebih lama ditunda, sehingga meningkatkan risiko komplikasi serius atau kematian.

Heat stroke biasanya terjadi ketika seseorang menerima paparan suhu panas dan lembab dari lingkungan di luar batas toleransi tubuhnya.

Ini paling sering terjadi pada lansia dan orang dengan penyakit kronis.

Heat stroke dapat memperberat kondisi orang yang sedang sakit dan menyebabkan kematian.

Selain itu, olahraga atau aktivitas fisik berat dalam cuaca panas juga bisa menjadi penyebab heat stroke, terutama bagi siapa saja yang tidak terbiasa dengan suhu tinggi.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X