Kompas.com - 17/01/2021, 06:00 WIB
ilustrasi pemberitaan kanker Pixabay/PDPicsilustrasi pemberitaan kanker

KOMPAS.com - Tak sedikit orang yang berhasil menjalani pengobatan kanker hingga dinyatakan sembuh.

Meski demikian, mereka yang telah dinyatakan sembuh dari kanker tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh.

Pasalnya, banyak penderita kanker tidak menyadari bahwa 25 persen orang yang selamat dari beberapa jenis kanker tertentu bisa mengalami tumor otak.

Terjadinya tumor otak ini karena adanya sel kanker dari tumor asli yang berjalan ke otak melalui aliran darah.

Dalam dunia kedokteran, kondisi ini dikenal dengan istilah metatasis otak.

Baca juga: Mulut Berdarah dan Nyeri Bisa Jadi Awal Kanker, Begini Mencegahnya

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Mengenal Metatasis Otak yang Kerap Terjadi Usai Sembuh Dari Kanker
Banyak penderita kanker tidak menyadari bahwa 25 persen orang yang selamat dari beberapa jenis kanker tertentu bisa mengalami metatasis otak.
Bagikan artikel ini melalui

“Sekitar sepertiga pasien kanker seperti kanker paru-paru, payudara dan ginjal serta melanoma, berisiko mengalami metastasis otak,” kata ahli bedah saraf Gene Barnett, melansir dari Cleveland Clinic.

Kabar baiknya, deteksi dini bisa membantu pasien untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan terhindar dari komplikasi serius.

Oleh karena itu, mereka yang telah dinyatakan sembuh dari kanker harus tetap waspada dan memperhatikan kondisi tubuhnya.

Gejala metatasis otak

Berikut gejala yang perlu diperhatikan oleh mereka yang telah dinyatakan sembuh dari kanker:

  • Perubahan penglihatan, seperti penglihatan ganda atau kehilangan penglihatan parsial.
  • Sakit kepala, mungkin disertai mual.
  • Mati rasa atau kesemutan di sebagian tubuh.
  • Kelumpuhan atau kesulitan menggerakkan bagian mana pun dari tubuh.
  • Ketidakmampuan untuk berjalan.
  • Keseimbangan tubuh terganggu.
  • Kesulitan berbicara.
  • Gangguan kognitif.
  • Kejang.

Tumor otak metastasis cenderung berkembang secara bertahap, namun bisa menyebabkan episode yang parah.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Health
10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Bentuk Puting Tidak Normal

Bentuk Puting Tidak Normal

Penyakit
11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Jari Tangan Kaku

Jari Tangan Kaku

Penyakit
Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Hipotermia

Hipotermia

Penyakit
Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Kaki Bengkak

Kaki Bengkak

Penyakit
7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Perut Terasa Panas

Perut Terasa Panas

Penyakit
Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Health
Infeksi Bakteri

Infeksi Bakteri

Penyakit
15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

Health
Kulit Mengelupas

Kulit Mengelupas

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.