Kompas.com - 15/02/2021, 14:08 WIB
Ilustrasi serangan jantung stevanovicigorIlustrasi serangan jantung

KOMPAS.com - Penyakit arteri koroner atau coronary artery disease (CAD) berkembang ketika pembuluh darah utama yang memasok darah ke jantung rusak atau terganggu.

Endapan yang mengandung kolesterol (plak) di arteri koroner dan peradangan biasanya menjadi penyebab penyakit arteri koroner.

Arteri koroner sendiri berfungsi memasok darah, oksigen, maupun nutrisi ke organ vital jantung.

Baca juga: 12 Makanan yang Mengandung Kolesterol Tinggi

Penumpukan plak dapat mempersempit arteri ini, sehingga menurunkan aliran darah ke jantung.

Pada akhirnya, aliran darah yang berkurang dapat menyebabkan nyeri dada (angina), sesak napas, atau tanda dan gejala penyakit arteri koroner lainnya.

Sementara itu, penyumbatan total arteri jantung dapat menyebabkan serangan jantung.

Gejala serangan jantung saat tidur, seperti nyeri dada dan muncul keringat dingin penting dikenali untuk dapat dikonsultasikan segera dengan dokter.

Karena penyakit arteri koroner sering berkembang secara perlahan, penderitanya mungkin tidak akan melihat masalah sampai mengalami penyumbatan yang signifikan atau serangan jantung.

Gejala penyakit arteri koroner

Merangkum Mayo Clinic, jika menyempit, arteri koroner berarti tidak dapat memasok cukup darah kaya oksigen ke jantung, terutama saat jantung berdetak kencang, seperti saat seseorang berolahraga.

Baca juga: Mengapa Darah Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Jantung?

Pada awalnya, aliran darah yang menurun mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun.

Namun, apabila plak terus menumpuk di arteri koroner, seseorang mungkin akan mengalami tanda dan gejala penyakit arteri koroner sebagai berikut:

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Bumbu Dapur yang Bisa Bantu Berat Badan, Apa Saja?

8 Bumbu Dapur yang Bisa Bantu Berat Badan, Apa Saja?

Health
Pankreatitis Kronis

Pankreatitis Kronis

Penyakit
13 Gejala Pneumonia pada Anak yang Perlu Diwaspadai

13 Gejala Pneumonia pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Health
Koarktasio Aorta

Koarktasio Aorta

Penyakit
Cara Mengatasi Iritasi saat Mencukur Bulu Tubuh

Cara Mengatasi Iritasi saat Mencukur Bulu Tubuh

Health
Karsinoma Sel Basal

Karsinoma Sel Basal

Penyakit
Anoreksia vs Bulimia, Apa Perbedaan Gejalanya?

Anoreksia vs Bulimia, Apa Perbedaan Gejalanya?

Health
BKKBN Siapkan 'Tim Pendamping Warga' untuk Kejar Target Stunting Nasional

BKKBN Siapkan "Tim Pendamping Warga" untuk Kejar Target Stunting Nasional

Health
Mengenal Gejala dan Penyebab Stroke Tulang Belakang

Mengenal Gejala dan Penyebab Stroke Tulang Belakang

Health
8 Gejala Tumor Otak

8 Gejala Tumor Otak

Health
Kapan Waktu Tidur yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung?

Kapan Waktu Tidur yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung?

Health
Apa yang Terjadi Ketika Jantung Berhenti Mendadak?

Apa yang Terjadi Ketika Jantung Berhenti Mendadak?

Health
3 Fase DBD (Demam Berdarah) dari Demam sampai Sembuh

3 Fase DBD (Demam Berdarah) dari Demam sampai Sembuh

Health
8 Cara Menghilangkan Memar secara Alami

8 Cara Menghilangkan Memar secara Alami

Health
Perut Sering Lapar Bisa Jadi Tanda Apa Saja?

Perut Sering Lapar Bisa Jadi Tanda Apa Saja?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.