Kompas.com - 05/03/2021, 16:09 WIB

KOMPAS.com - Pernahkan Anda menghabiskan sekantung makanan tanpa sadar lalu merasa ingin kembali memakannya lagi?

Makan hidangan tertentu secara berlebihan bukan berarti kita rakus. Bisa jadi, makanan yang kita konsumsi memang bisa menyebabkan kecanduan.

Hal semacam ini biasanya terjadi ketika kita mengonsumsi makanan cepat saji atau makanan olahan.

Makanan olahan yang sangat adiktif ini dapat meningkatkan gula darah, membajak kimiawi otak, dan mendorong Anda untuk mengonsumsinya lebih banyak lagi.

Mengonsumsi makanan tersebut secara berlebihan dapat berubah menjadi kebiasaan.

Pada akhirnya, hal ini bisa membuat Anda merasa mual dan berpotensi mengalami obesitas.

Baca juga: Bahaya dan Risiko Konsumsi Kecambah

Mengapa makanan tertentu bisa menyebabkan kecanduan?

Menurut psikolog klinis Susan Albers, kecanduan makanan bukanlah diagnosis medis resmi, meskipun hal ini bisa memicu gangguan medis termasuk obesitas dan gangguan makan berlebihan atau binge eating.

“Banyak penelitian membuktikan makanan memang membuat ketagihan,: ycap Abers.

Makanan tertentu menerangi pusat kesenangan di otak Anda dan memicu pelepasan bahan kimia yang membuat Anda merasa nyaman seperti dopamin, seperti halnya zat adiktif lainnya.

Pada orang yang lebih cenderung kecanduan, bahan kimia tersebut dapat mengalahkan sinyal lain dari otak yang memberi tahu bahwa mereka kenyang atau puas.

Hal ini dapat menyebabkan siklus makan berlebihan.
"Seiring waktu, hal ini mungkin bisa memicu toleransi terhadap makanan yang membuat mereka kecanduan, " kata Albers.

Orang yang telah mengalami kecanduan makanan biasanya perlu makan lebih banyak untuk merasakan tingkat kesenangan yang sama.

Dan meskipun mereka menyadari konsekuensi negatif dari makan berlebihan, mereka tetap akan merasa sulit untuk menghentikan kebiasaan tersebut.

Makanan yang memicu kecanduan

Makanan yang berpotensi memicu kedanduan biasanya mengandung karbohidrat tinggi dan lemak.

Berikut beberapa jenis makanan yang bisa memicu kecanduan:

  • Cokelat.
  • Es krim.
  • Kentang goreng.
  • Pizza.
  • Kue.
  • Keripik.
  • Kue.
  • Burger keju.

Baca juga: B.1.1.7, Varian Baru Virus Corona yang Lebih Menular dan Mematikan

Gejala kecanduan makanan

Jika tidak segera ditangani, kecanduan makanan bisa memicu masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

“Kecanduan makan juga sangat memengaruhi kualitas hidup orang karena mereka merasa sangat bersalah atau malu,” kata Albers.

Itu sebabnya, kita harus mewaspadai gejala yang terjadi untuk melakukan langkah pencegahan.

Berikut ciri orang yang telah mengalami kecanduan makan:

  • Terus makan meskipun kenyang.
  • Makan sembunyi-sembunyi.
  • Merasa lepas kendali terhadap makanan tertentu.
  • Berpikir tentang makanan setiap hari.
  • Merasa aktivitas lain yang dulunya menyenangkan kurang menyenangkan.
  • Berusaha keras untuk mendapatkan makanan tertentu saat tidak tersedia.
  • Menghindari situasi sosial atau profesional karena makanan.
  • Melanjutkan perilaku ini meskipun ada konsekuensi negatifnya.

Bagaimana cara mengatasinya?

Faktanya, mencoba untuk melawan keinginan makan justru memperkuat keinginan tersebut.

Itu sebabnya, Albers merekomendasikan untuk berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog yang dapat membantu Anda mengatasi gejala fisik dan faktor emosional yang mungkin berkontribusi pada kecanduan makanan.

Mempelajari apa yang memicu perilaku adiktif akan menjadi langkah pertama yang penting.

Bagi sebagian orang, stres atau putus asa yang membuat mereka beralih ke makanan untuk mendapatkan kenyamanan dari makanan.

Baca juga: 5 Hal Pemicu Sakit Punggung saat Jalan Kaki

“Anda perlu mempelajari pemicu makan berlebihan dan memutus siklus itu agar dapat mengontrol keinginan makan tersebut,” kata Albers.

Anda juga bisa melakukan mindfulness untuk mengelola stres yang memicu perilaku makan berlebihan.

Semakin Anda menyadari kekuatan yang berperan dalam keinginan Anda dan strategi apa yang dapat membantu melawannya, semakin besar peluang Anda untuk membebaskan diri dari kecanduan makan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.