Kompas.com - 23/03/2021, 08:01 WIB

KOMPAS.com - Osteoporosis adalah penyakit yang membuat tulang menjadi lemah dan sangat rapuh.

Saking rapuhnya, seseorang bisa mengalami patah tulang karena tekanan ringan seperti batuk, membungkuk, atau terjatuh.

Retak atau patah tulang karena osteoporosis umumnya terjadi di pinggul, pergelangan tangan, atau tulang belakang.

Baca juga: Osteoporosis: Gejala, Penyebab, Cara Mencegah

Melansir Mayo Clinic, tulang adalah jaringan hidup yang bisa terus-menerus luruh dan tumbuh.

Osteoporosis terjadi ketika pembentukan tulang baru tidak dapat mengimbangi hilangnya tulang lama.

Ketika usia masih muda, proses regenerasi tulang ini berlangsung lebih cepat ketimbang orang lanjut usia.

Menginjak usia 20 tahunan, proses regenerasi tulang akan melambat dan tulang mencapai massa puncaknya pada usia 30 tahun. Setelah itu, massa tulang bakal lebih cepat hilang ketimbang tumbuhnya.

Kemungkinan seseorang terkena osteoporosis tergantung banyak sedikitnya massa tulang puncak di masa muda.

Baca juga: Waspada, 6 Tanda Tubuh Kekurangan Kalsium

Gejala atau ciri-ciri osteoporosis bisa beragam, di antaranya:

  • Sakit punggung karena tulang belakang rapuh
  • Tinggi badan menyusut seiring berjalannya waktu
  • Postur tubuh jadi membungkuk
  • Tulang gampang patah atau retak

Osteoporosis bisa terjadi di segala usia dan setiap jenis kelamin. Tapi, masalah kesehatan ini kerap dialami wanita yang sudah menopause.

Berikut beragam penyebab osteoporosis dan faktor risikonya yang perlu diwaspadai:

Baca juga: 10 Makanan Kaya Kalsium, Tak Hanya Susu

1. Hormon tidak seimbang

Osteoporosis bisa disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormon saat tubuh kekurangan hormon seks, tiroid, sampai pertumbuhan.

Penurunan hormon seks estrogen pada wanita setelah menopause adalah salah satu faktor risiko yang bisa menyebabkan osteoporosis.

Pria juga bisa mengalami penurunan hormon seks testosteron seiring pertambahan usia atau baru menjalani perawatan kanker prostat. Keduanya bisa memicu osteoporosis.

Tak hanya hormon seks, gangguan tiroid terlalu aktif yang membuat produksi hormon tiroid berlebihan juga bisa menyebabkan osteoporosis.

Selain itu, kekurangan hormon pertumbuhan juga bisa membuat tubuh sulit meregenerasi tulang.

2. Kekurangan kalsium

Dilansir dari WebMD, tanpa asupan kalsium yang cukup, tubuh jadi sulit membangun kembali tulang yang kondisinya sudah tidak prima.

Tulang adalah tempat penyimpanan dua mineral penting, yakni kalsium dan fosfor.

Tubuh membutuhkan kalsium yang cukup agar jantung, otot, sampai saraf bisa bekerja dengan optimal.
Saat membutuhkan kalsium, bagian tubuh tersebut bakal mengambil mineral ini dari tulang.

Ketika asupan kalsium minim dan cadangan kalsium tersebut terus-menerus diambil dari tulang, tabungan kalsium di tulang bisa menipis dan tulang jadi rapuh.

Baca juga: 6 Posisi Duduk yang Benar untuk Menjaga Kesehatan Tulang

3. Kekurangan vitamin D

Selain kurang kalsium, penyebab osteoporosis lainnya yakni kekurangan vitamin D.

Vitamin D penting untuk membantu penyerapan dan mengontrol penggunaan kalsium.

4. Kurang gerak

Tulang kita jadi mudah rapuh dan lemah apabila tubuh tidak aktif bergerak. Tak pelak, orang yang kurang gerak rentan terkena osteoporosis.

Osteoporosis jamak dialami pengidap kelumpuhan atau pengidap penyakit berat sehingga seseorang sulit beranjak dari tempat tidur.

Jika Anda sering duduk, coba kurangi kebiasaan tak sehat ini. Sempatkan beranjak dari tempat duduk setidaknya setiap 30 menit sekali. Anda bisa jalan-jalan ringan atau sekadar mengambil minum dan ke kamar mandi.

5. Kebiasaan merokok

Ilustrasi osteoporosis, kualitas tulang menurun pada lansia.Shutterstock Ilustrasi osteoporosis, kualitas tulang menurun pada lansia.
Penyebab osteoporosis yang kerap tidak disadari salah satunya berasal dari kebiasaan merokok.

Menurut studi, perokok cenderung memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah dan lebih mudah mengalami patah tulang ketimbang orang yang tidak merokok.

Efek buruk merokok pada kesehatan tulang berasal dari nikotin yang bisa menghalangi kemampuan tubuh menggunakan hormon estrogen, kalsium, dan vitamin D.

Baca juga: 8 Macam Kelainan pada Tulang Manusia yang Perlu Diwaspadai

6. Efek samping obat tertentu

Konsumsi beberapa obat dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping memicu tulang jadi gampang keropos dan patah.

Obat tersebut di antaranya obat antikejang dan obat kortikosteroid seperti kortison, hidrokortison, glukokortisoid, dan prednison.

Obat kortikosteroid biasanya digunakan untuk mengobati asma, rheumatoid arthritis, psoriasis, radang usus besar, dan berbagai kondisi lainnya.

7. Masalah kesehatan

Osteoporosis juga bisa disebabkan oleh masalah dan kondisi kesehatan tertentu seperti
fibrosis kistik, penyakit pencernaan, sampai tumor multiple myeloma yang menyusup ke tulang.

Selain itu, ekskresi kalsium yang tidak normal juga bisa menyebabkan tulang gampang keropos. Saat penyimpanan kalsium tidak optimal, zat penting ini bisa keluar dengan mudah lewat urine.

Baca juga: Sakit Punggung Bisa Jadi Ciri-ciri TBC Tulang

8. Konsumsi alkohol berlebihan

Konsumsi alkohol berlebihan dapat menghambat pembentukan tulang dan meningkatkan kehilangan kalsium.

Selain itu, orang yang sedang mabuk meningkatkan risiko jatuh dan patah tulang pada pengidap osteoporosis.

Kabar baiknya, sebagian besar penyebab osteoporosis bisa dicegah dengan gaya hidup sehat.
Antara lain dengan rutin berolahraga, rajin begerak, mencukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D, setop merokok, dan tidak mengonsumsi alkohol berlebihan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.