Kompas.com - 24/03/2021, 08:01 WIB
Hilangnya massa tulang penderita osteoporosis terjadi secara berkelanjutan dan dalam jangka panjang. ShutterstockHilangnya massa tulang penderita osteoporosis terjadi secara berkelanjutan dan dalam jangka panjang.

KOMPAS.com - Osteoporosis adalah penyakit pengeroposan tulang yang membuat bagian rangka penyangga tubuh ini menjadi lemah dan rapuh.

Dilansir dari Cleveland Clinic, tulang manusia terbuat dari jaringan hidup yang bisa terus-menerus tumbuh.

Bagian dalam tulang sehat normalnya terlihat seperti spons bernama tulang trabekuler. Tulang spons ini bagian luarnya dibungkus cangkang padat bernama tulang kortikal.

Penyakit osteoporosis membuat pori-pori di tulang spons tersebut menjadi lebih besar dan lebih banyak. Sehingga, tulang jadi tidak padat dan rapuh.

Baca juga: Osteoporosis: Gejala, Penyebab, Cara Mencegah

Fungsi tulang utamanya untuk menopang tubuh, melindungi organ vital, dan menyimpan kalsium serta mineral penting lainnya.

Sampai sekitar usia 30 tahun, proses regenerasi tulang berlangsung seimbang.

Setelah usia 35 tahun, secara alami tulang yang luruh lebih cepat daripada tulang yang tumbuh. Tak pelak, seiring bertambahnya usia massa tulang menyusut secara bertahap.

Tak hanya faktor usia, wanita yang sudah menopause juga lebih rentan terkena osteoporosis ketimbang pria. Penyebabnya karena hormon estrogennya mengalami penurunan signifikan.

Selain usia dan jenis kelamin, faktor risiko yang bisa jadi penyebab osteoporosis di antaranya:

  • Minum tablet steroid dosis tinggi lebih dari tiga bulan
  • Punya keluarga yang menderita osteoporosis
  • Terapi antiestrogen untuk pengobatan kanker payudara
  • Orang yang mengalami gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia
  • Orang yang terlalu kurus atau gemuk
  • Kebiasaan malas bergerak dan jarang olahraga
  • Minum alkohol berlebihan dan merokok

Osteoporosis kerap muncul tanpa tanda di awal penyakit. Penyakit ini baru terasa ketika pengeroposan tulang sudah parah serta kondisi tulang sudah lemah dan mudah parah.

Baca juga: 8 Penyebab Osteoporosis dan Faktor Risikonya

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Health
7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Health
Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Health
Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Health
4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.