Kompas.com - 27/03/2021, 14:01 WIB

KOMPAS.com - Tuberkulosis atau TBC tulang adalah penyakit infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang tulang dan sendi.

Bakteri penyebab TBC kebanyakan menjangkiti paru-paru. Tapi, tidak menutup kemungkinan penyakit ini menyebar ke bagian tubuh lain, termasuk tulang.

Melansir DynaMed, sebagian besar TBC tulang menyerang bagian tulang belakang.

TBC tulang juga bisa menyerang tengkorak, tulang panjang, serta sendi yang menahan beban seperti lutut, pinggul, atau pergelangan kaki.

Baca juga: Mengapa Penderita TBC Mengalami Penurunan Berat Badan?

Penyakit ini juga dikenal dengan penyakit pott, TBC tulang belakang, TBC muskuloskeletal, TBC osteomielitis, TBC osteoartritis, TBC osteoartikuler, radang sendi tuberkulosis, atau rematik tuberkular.

Berikut penjelasan lebih lanjut terkait penyebab TBC tulang dan gejalanya yang perlu diketahui.

Penyebab TBC tulang

Dilansir dari Healthline, TBC tulang terjadi saat bakteri penyebab TBC menyebar ke luar paru-paru.

Bakteri Mycobacterium tuberculosis biasanya menyebar dari orang ke orang melalui udara dan singgah di paru-paru penderitanya.

Setelah terjangkit, penyakit ini dapat menyebar melalui darah dari paru-paru atau kelenjar getah bening ke tulang, tulang belakang, atau sendi.

TBC tulang relatif jarang. Tapi, penyakit ini cenderung kerap terlambat dideteksi dan bisa menyebabkan masalah kesehatan parah apabila tidak segera ditangani.

Baca juga: 10 Gejala TBC Paru dan Penyebabnya

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.