Kompas.com - 26/03/2021, 16:01 WIB
Ilustrasi sesi konsultasi. ShutterstockIlustrasi sesi konsultasi.

KOMPAS.com - Psikiater dan psikolog adalah profesi yang sama-sama bergerak di bidang kesehatan mental.

Kedua profesi ini sama-sama memahami cara kerja otak, emosi, perasaan, dan pikiran kita.

Tapi, ada beberapa perbedaan psikolog dan psikiater yang mendasar dan perlu diketahui. Berikut penjelasannya.

Baca juga: Kenali 9 Tanda Pasangan Selingkuh Menurut Psikologi

Perbedaan psikolog dan psikiater dari sisi pengobatan

Melansir AllPsychologySchools, psikiater adalah dokter yang memberikan terapi pengobatan kepada pasiennya.

Mereka bisa meresepkan obat untuk terapi kesehatan mental dan emosional pasiennya.
Sedangkan, psikolog lebih fokus pada psikoterapi untuk merawat gangguan emosional dan mental pasiennya.

Psikolog juga dapat merekomendasikan tes psikologis untuk menakar kondisi mental seseorang dan merekomendasikan jenis terapi yang paling efektif untuk pasiennya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Membongkar Psikologi Kenapa Banyak Orang Percaya Teori Konspirasi

Perbedaan psikolog dan psikiater dari sisi pendidikan

Beda psikiater dan psikolog dari pendidikan juga sangat kentara. Psikiater menjalani sekolah kedokteran terlebih dahulu.

Setelah itu, mereka mengikuti praktik residensi di bidang psikiatri selama empat tahun di rumah sakit.

Selama menjalani praktik tersebut, mereka akan menghadapi pasien dengan beragam latar belakang, mulai dari anak-anak sampai orang tua dengan gangguan perilaku sampai kasus penyakit mental parah.

Dengan begitu, selepas menjalani pendidikan, psikiater memiliki kemampuan untuk mendiagnosis sekaligus memberikan pengobatan penyakit mental.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Parafimosis
Parafimosis
PENYAKIT
Nyeri Mata
Nyeri Mata
PENYAKIT
Asam Urat
Asam Urat
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.