Kompas.com - 27/03/2021, 10:15 WIB
Foto ilustrasi anak kecil dan ibunya Verde TwoFoto ilustrasi anak kecil dan ibunya

KOMPAS.com - Pasangan yang baru saja memiliki buah hati pasti merasa bahagia ketika si kecil mengucapkan kata pertamanya.

Namun, ada kalanya anak mengalami terlambat bicara sehingga banyak orangtua merasa khawatir.

Terapis wicara Jaime Richmond Buran menyarankan orangtua untuk melakukan pemeriksaan jika sang anak belum bisa berbicara.

"Semakin awal kami mendiagnosis gangguan bicara, semakin sedikit pengaruhnya terhadap kesejahteraan akademik dan sosial anak Anda," ucapnya.

Terlalu lama mengambil tindakan akan mempersulit anak untuk mengejar ketertinggalan mereka dengan teman sebayanya.

Baca juga: 2 Jenis Pola Diet yang Tidak Disarankan untuk Pasien Diabetes

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

3 Hal yang Harus Dilakukan Saat Si Kecil Mengalami Terlambat Bicara
Orangtua harus melakukan tindakan tertentu jika sang anak mengalami terlambat bicara. Apa yang harus dilakukan orangtua jika anak terlambat bicara?
Bagikan artikel ini melalui

Jika anak Anda mengalami gangguan bicara, berikut tiga hal yang bisa Anda lakukan:

1. Periksa perkembangan verbal anak

Menurut Buran, anak-anak harus bisa mengucapkan 't,' 'd,' 'n', dan beberapa konsonan lainnya saat berusia tiga tahun.

“Orangtua atau pengasuh, harus mampu memahami 75 persen dari apa yang dikatakan anak. Pada usia 5 tahun, anak-anak harus dapat mengucapkan sebagian besar suara," ucapnya.

Anak-anak yang tidak banyak berbicara atau sama sekali mungkin mengalami keterlambatan bahasa.

Salah satu indikasi keterlambatan bahasa adalah jika anak Anda yang berusia dua tahun tidak dapat mengucapkan sekitar 50 kata atau gabungan kata untuk mengomunikasikan sesuatu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Konstipasi
Konstipasi
PENYAKIT
Kejang Demam
Kejang Demam
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gusi Berdarah

Gusi Berdarah

Penyakit
17 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Jantung

17 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Jantung

Health
Nyeri Punggung

Nyeri Punggung

Penyakit
13 Gejala Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

13 Gejala Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

Health
Osteomalasia

Osteomalasia

Penyakit
4 Cara Menghilangkan Lemak Perut Saran Ahli

4 Cara Menghilangkan Lemak Perut Saran Ahli

Health
Sakit Gigi

Sakit Gigi

Penyakit
Pendarahan Otak Bisa Menyebabkan Kematian, Cegah dengan Cara Berikut

Pendarahan Otak Bisa Menyebabkan Kematian, Cegah dengan Cara Berikut

Health
Anodontia

Anodontia

Penyakit
Mengapa Demam Bisa Membahayakan Pasien Kanker?

Mengapa Demam Bisa Membahayakan Pasien Kanker?

Health
Sakit Kepala Tegang

Sakit Kepala Tegang

Penyakit
Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Health
Inkompatibilitas ABO

Inkompatibilitas ABO

Penyakit
3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

Health
3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.