Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/03/2021, 06:01 WIB

KOMPAS.com - Hipertensi paru adalah kondisi saat tekanan darah di pembuluh darah dari jantung ke paru-paru melonjak.

Kendati terbilang jarang diidap, tapi masalah kesehatan ini bisa berdampak fatal karena rentan merusak sisi kanan jantung dan memicu gagal jantung.

Hipertensi paru bisa menyebabkan dinding arteri tebal, kaku, dan susah mengembang. Akibatnya, pasokan darah berkurang dan sisi kanan jantung sulit memompa darah melalui arteri.

Baca juga: 7 Cara Mengontrol Hipertensi, Selain dengan Obat

Penyakit yang juga dikenal dengan sebutan hipertensi pulmonal ini dapat menyerang orang dari segala usia, terutama penderita penyakit jantung dan paru-paru.

Berikut penjelasan lebih lanjut terkait gejala sampai penyebab hipertensi paru.

Gejala hipertensi paru

Melansir Mayo Clinic, gejala hipertensi paru yang biasanya dikeluhkan penderitanya, di antaranya:

  • Sesak napas
  • Sering merasa lelah
  • Kerap pusing dan pingsan
  • Dada terasa tertekan dan sakit
  • Pergelangan kaki, tungkai, dan perut membengkak
  • Bibir dan kulit kebiruan
  • Denyut nadi kencang atau jantung berdebar

Tanda dan gejala hipertensi paru bisa berkembang perlahan-lahan. Penderita bisa tidak menyadari penyakitnya selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun.

Gejala penyakit baru terasa saat kondisinya sudah parah atau penderita melakukan aktivitas fisik yang berat seperti olahraga.

Baca juga: 7 Cara Mengontrol Hipertensi, Selain dengan Obat

Penyebab hipertensi paru

Dilansir dari NHS, penyebab hipertensi paru bisa disebabkan masalah pada pembuluh darah arteri pulmonalis, antara lain:

  • Gangguan di cabang arteri pulmonalis
  • Gangguan sisi kiri jantung
  • Penyakit paru-paru
  • Kekurangan oksigen
  • Pengentalan darah yang membuat arteri pulmonalis menyempit atau tersumbat

Baca juga: Sering Kencing di Malam Hari Juga Bisa Jadi Tanda Hipertensi

Seseorang berisiko terkena hipertensi paru apabila berat badannya berlebih, memiliki penyakit jantung bawaan, menggunakan obat penurun berat badan tertentu, sampai menggunakan narkoba.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+