Kompas.com - 30/03/2021, 16:08 WIB

KOMPAS.com - Diabetes adalah penyakit metabolik yang memicu peningkatakan kadar gula darah.

Meski umum terjadi, diabetes termasuk kondisi medis yang serius.

Jika Anda menderita diabetes, Anda perlu mengelola gula darah dan memantaunya secara teratur untuk memastikan gula berada dalam kisaran targetnya.

Baca juga: 4 Penyebab Kematian pada Penderita Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Jika tidak, tingginya kadar guala dalam tubuh dalam jangka panjang dapat memicu komplikasi berbahaya.

Merangkum Mayo Clinic, berikut ini beberapa komplikasi diabetes yang patut diwaspadai:

  • Penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Kerusakan saraf
  • Kerusakan ginjal
  • Gangguan penglihatan
  • Merusak kaki
  • Masalah kulit
  • Gangguan pendengaran
  • Penyakit Alzheimer

Oleh sebab itu, siapa saja kiranya penting untuk dapat mengenal beragam gejala diabetes sebagai upaya deteksi dini untuk mendukung pengobatan dan kesembuhan.

Tanda peringatan diabetes

Penyakit diabetes secara umum dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

Baca juga: 3 Penyebab Diabetes Tipe 1 yang Mungkin Terjadi

Keduanya berbeda berdasarkan apa yang menyebabkannya.

Melansir Health Line, gejala diabetes dapat terjadi seiring waktu atau mungkin muncul dengan cepat.

Berbagai jenis diabetes mungkin memiliki tanda peringatan yang serupa atau berbeda.

Untuk menjadi kewaspadaan, berikut ini adalah beberapa tanda peringatan diabetes yang umum terjadi:

1. Sering buang air kecil

Karena sel-sel di tubuh tidak dapat menyerap glukosa, ginjal mencoba mengeluarkan glukosa sebanyak mungkin.

Alhasil, penderita jadi lebih sering kencing daripada orang normal dan mengeluarkan lebih dari 5 liter air urine sehari.

Kondisi ini bisa berlanjut bahkan di malam hari.

Penderita terbangun beberapa kali untuk buang air kecil. Itu pertanda ginjal berusaha menyingkirkan semua glukosa ekstra dalam darah.

Baca juga: Benarkah Urine Penderita Diabetes Terasa Manis?

2. Rasa haus berlebihan

Dengan hilangnya air dari tubuh karena sering buang air kecil, penderita sangat mungkin akan merasa haus dan membutuhkan banyak air.

Rasa haus yang berlebihan berarti tubuh Anda mencoba mengisi kembali cairan yang hilang itu.

3. Mulut kering

Mulut kering menjadi tanda awal diabetes yang jika diabaikan dapat berisiko pada kesehatan mulut dan gigi.

4. Rasa lapar berlebihan

Rasa lapar yang berlebihan merupakan tanda peringatan diabetes lainnya.

Rasa lapar ini disebabkan karena makanan yang dimakan sulit diubah menjadi energi akibat kekurangan hormon insulin.

Baca juga: Kenali Sering Lapar yang Bisa Jadi Tanda Diabetes

5. Kelelahan dan perilaku mudah tersinggung

Ketika orang memiliki kadar gula darah tinggi, mereka cenderung mudah merasa tak enak badan.

Bangun tidur beberapa kali di malam hari untuk pergi ke kamar sebagai efek kadar gulah tinggi bisa membuat penderita merasa lelah.

Kelelahan ini pada akhirnya bisa juga membuat mereka mudah tersinggung.

6. Penglihatan kabur

Penglihatan kabur atau atau sesekali melihat kilatan cahaya adalah akibat langsung dari kondisi kadar gula darah tinggi.

Membiarkan gula darah Anda tidak terkendali dalam waktu lama pun bisa menyebabkan kerusakan permanen, bahkan mungkin kebutaan.

Pembuluh darah di retina menjadi lemah setelah bertahun-tahun mengalami hiperglikemia dan mikro-aneurisma, yang melepaskan protein berlemak yang disebut eksudat.

Baca juga: Penyebab Glaukoma dan Cara Mencegahnya

7. Luka yang tidak sembuh dengan cepat

Infeksi, luka, dan memar yang tidak sembuh dengan cepat adalah tanda diabetes lainnya.

Kondisi ini biasanya terjadi karena pembuluh darah mengalami kerusakan akibat glukosa dalam jumlah berlebihan yang mengelilingi pembuluh darah dan arteri.

Diabetes bisa mengurangi efisiensi sel progenitor endotel (EPC), yang melakukan perjalanan ke lokasi cedera dan membantu pembuluh darah sembuhkan luka.

8. Kulit yang gatal atau kering

Kulit gatal yang munkin disebabkan oleh kulit kering sering kali bisa menjadi tanda peringatan diabetes.

Beberapa kondisi kulit lainnya, seperti kulit jadi gelap di area leher atau ketiak juga bisa menjadi tanda diabetes.

9. Yeast infection atau infeksi jamur

Diabetes dianggap sebagai keadaan imunosupresi.

Hal itu berarti meningkatkan kerentanan terhadap berbagai infeksi, meskipun yang paling umum adalah candida dan infeksi jamur lainnya.

Jamur dan bakteri tumbuh subur di lingkungan yang kaya akan gula.

Baca juga: 8 Gejala Awal Penyakit Diabetes

10. Penurunan berat badan

Kadar gula darah terlalu tinggi juga bisa menyebabkan penurunan berat badan yang cepat.

Karena hormon insulin tidak mendapatkan glukosa untuk sel yang digunakan sebagai energi, tubuh kemudian memecah protein dari otot sebagai sumber alternatif bahan bakar.

Gejala diabetes lainnya

Penyakit Diabetes tipe 1 pada umumnya didiagnosis pada anak-anak dan dewasa muda, meskipun dapat terjadi pada semua usia.

Jika mengalami diabetes tipe 1, seorang anak mungkin akan mengalami gejala tambahan ini:

  • Penurunan berat badan yang tiba-tiba dan tidak disengaja
  • Sering mengompol
  • Infeksi jamur vagina pada gadis praremaja
  • Gejala mirip flu, termasuk mual, muntah, nafas yang berbau seperti buah, masalah pernafasan, dan kehilangan kesadaran

Baca juga: Kenali Gejala Khusus Diabetes Tipe 1

Gejala mirip flu disebabkan ketika diabetes yang tidak terdiagnosis menyebabkan keton menumpuk di aliran darah. Kondisi ini disebut diabetic ketoacidosis (DKA).

DKA adalah keadaan darurat medis dan membutuhkan perawatan medis segera.

Sementara itu, seseorang mungkin tidak akan melihat gejala diabetes tipe 2 secara tiba-tiba.

Anda mungkin didiagnosis menderita diabetes karena Anda pergi ke dokter untuk alasan berikut:

  • Infeksi persisten atau luka penyembuhan lambat
  • Komplikasi yang berhubungan dengan kadar gula darah tinggi yang berkepanjangan, seperti mati rasa atau kesemutan di kaki
  • Ada masalah jantung

Perlu dipahami memang, Anda mungkin tidak pernah mengalami tanda peringatan diabetes yang jelas sama sekali.

Diabetes dapat berkembang selama bertahun-tahun dan tanda peringatannya mungkin tidak kentara.

Baca juga: Kenali Gejala Khusus Diabetes Tipe 2

Lantas, siapa yang berisiko terkena diabetes?

Setiap jenis diabetes memiliki faktor risiko yang berbeda-beda.

Berikut ini adalah faktor risiko diabetes tipe 1 yang baik diketahui:

  • Anak-anak
  • Remaja
  • Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe 1

Sedangkan, faktor risiko diabetes tipe 2 di antaranya yakni:

  • Berusia di atas 45 tahun
  • Kelebihan berat badan
  • Tidak aktif bergerak
  • Merokok
  • Memiliki riwayat keluarga diabetes
  • Memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Memiliki kadar trigliserida atau kolesterol HDL yang abnormal
  • Orang-orang dari etnis tertentu
  • Memiliki riwayat resistensi insulin

Baca juga: Berapa Kadar Gula Darah Normal dalam Tubuh?

Diagnosis diabetes

Jika Anda mengalami satu atau lebih tanda peringatan yang terkait dengan diabetes, lebih baik segera menemui dokter.

Dokter juga bisa membantu mendiagnosis kondisi lain sebagai komplikasi diabets yang mungkin sudah terjadi.

Dalam mendiagnosis diabetes, dokter biasanya ingin tahu tentang hal berikut:

  • Gejala pasien
  • Riwayat keluarga
  • Obat-obatan yang sedang dikonsumsi
  • Alergi

Setelah menanyakan tentang gejala pasien, dokter mungkin akan memutuskan untuk menjalankan beberapa tes.

Ada beberapa tes untuk mendiagnosis diabetes, seperti:

  • A1C: Tes ini menunjukkan rata-rata kadar glukosa darah selama 2 atau 3 bulan terakhir. Ini tidak mengharuskan Anda untuk berpuasa atau minum apapun
  • Glukosa plasma puasa (FPG): Anda harus berpuasa setidaknya 8 jam sebelum tes ini
  • Toleransi glukosa oral (OGTT): Tes ini membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam. Kadar glukosa darah Anda diuji pada awalnya dan kemudian diulangi dengan interval selama 2 jam setelah mengonsumsi minuman manis tertentu
  • Tes glukosa plasma acak: Anda dapat menjalani tes ini kapan saja dan tidak perlu berpuasa

Baca juga: 9 Buah yang Bagus untuk Penderita Diabetes

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.