Kompas.com - 03/04/2021, 06:01 WIB
Ilustrasi aneurisma pada otak SHUTTERSTOCKIlustrasi aneurisma pada otak

KOMPAS.com - Aneurisma otak adalah kondisi saat dinding pembuluh darah di otak melemah dan memicu munculnya tonjolan.

Saat darah melewati pembuluh darah yang melemah, tekanan darah membuat area tersebut menonjol seperti balon.

Menurut Mayo Clinic, aneurisma otak bisa bocor atau pecah dan memicu pendarahan otak atau stroke.

Baca juga: Waspada, Vertigo Bisa Jadi Gejala Stroke Batang Otak

Pecahnya aneurisma otak paling sering terjadi di ruang antara otak dan jaringan tipis yang menutupi otak.

Kondisi ini menyebabkan stroke hemoragik yang disebut pendarahan subaraknoid.

Aneurisma yang pecah dapat mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan medis segera.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelum mengulas gejala aneurisma otak, kenali lebih dulu beragam penyebab masalah kesehatan ini.

Baca juga: Kenali Apa itu Aterosklerosis, Penyebab Serangan Jantung sampai Stroke

Penyebab aneurisma otak

Penyebab aneurisma otak yang pasti masih belum jelas. Namun, para ahli menyebut ada beberapa faktor risiko penyebab aneurisma otak, antara lain:

  • Merokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Punya riwayat keluarga dengan aneurisma otak
  • Menggunakan narkoba
  • Minum alkohol berlebihan

Di beberapa kasus, aneurisma otak berkembang karena kelemahan dinding pembuluh darah sejak lahir.

Baca juga: Perbedaan Gejala Bell’s Palsy dan Stroke yang Sekilas Mirip

Gejala aneurisma otak

Gejala aneurisma otak bisa berbeda-beda, tergantung tingkat keparahan serta kondisi pecah atau tidaknya pembuluh darah.

Aneurisma otak yang belum pecah kerap tidak menimbulkan gejala tertentu, terlebih jika ukuran tonjolan pembuluh darah masih kecil.

Namun, Anda perlu waspada dengan aneurisma otak yang tidak pecah tapi ukurannya lebih besar. Kondisi tersebut dapat menekan jaringan dan saraf otak dan memicu gejala:

  • Bagian atas dan belakang salah satu mata nyeri
  • Pupil membesar
  • Pandangan jadi tidak jelas atau berbayang
  • Mati rasa di salah satu sisi wajah

Sedangkan aneurisma otak yang bocor dapat memicu gejala sakit kepala mendadak yang sangat parah.

Baca juga: 7 Gejala Stroke yang Pantang Diabaikan

Melansir NHS, kebanyakan gejala aneurisma otak baru terasa saat sudah dalam kondisi pecah. Hal itu disebabkan kerusakan otak mulai meluas.

Gejala aneurisma otak yang pecah antara lain:

  1. Sakit kepala yang sangat parah, rasanya seperti sakit kepala paling parah yang pernah dikeluhkan seumur hidup
  2. Mual dan muntah
  3. Leher kaku
  4. Pendangan buram
  5. Sensitif terhadap cahaya
  6. Kejang
  7. Kelopak mata terkulai
  8. Hilang kesadaran
  9. Kebingungan

Baca juga: 10 Penyebab Stroke dan Faktor Risikonya

Pendarahan di otak terkait aneurisma selama beberapa detik saja dapat merusak sel otak dan meningkatkan tekanan dalam tengkoran.

Apabila tekanan terlalu tinggi, suplai darah dan oksigen ke otak dapat terganggu. Dampaknya bisa fatal sampai menyebabkan kematian.

Jika ada gejala aneurisma otak yang khas seperti sakit kepala sangat parah yang muncul tiba-tiba, segera bawa penderita ke rumah sakit.

Aneurisma otak dapat menyerang siapa saja. Cara terbaik untuk mencegah penyakit ini adalah mengurangi faktor risikonya.

Hindari aktivitas yang dapat merusak pembuluh darah seperti merokok, makan makanan tinggi lemak, tidak mengontrol tekanan darah, dan kelebihan berat badan.

Baca juga: Stres Dapat Menyebabkan Stroke, Kok Bisa?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Ablasi Retina
Ablasi Retina
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
Kram Mesntruasi

Kram Mesntruasi

Penyakit
10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Sindrom Tourette

Sindrom Tourette

Penyakit
6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

Health
Babesiosis

Babesiosis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.