Kompas.com - 24/04/2021, 04:00 WIB
Pemberian suntikan vaksin Pixabay/kfuhlertPemberian suntikan vaksin

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 telah berdampak besar pada seluruh aspek kehidupan manusia.

Kondisi ini juga menyebabkan penurunan cakupan vaksinasi dan penurunan jumlah vaksin yang diberikan. Akibatnya, anak-anak kehilangan kesempatan untuk divaksinasi.

Padahal, bayi dan balita yang tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap bisa memicu wabah berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3-I) yang akan mengakibatkan sakit berat, cacat, atau meninggal.

Sejak tahun 2000, vaksinasi untuk mencegah penyakit menular telah menyelamatkan 37 juta jiwa di negara berpendapatan rendah dan menengah.

Berdasarkan data penelitian di Tongji Hospital (Wuhan, China), kasus koinfeksi influenza dan Covid 19, memiliki risiko lebih tinggi untuk timbulnya gangguan jantung dan peradangan serta.

Hal tersebut juga menyebabkan gangguan organ yang lebih berat pada pasien Covid 19 yang terinfeksi bersamaan dengan influenza.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 7 Tanda Penyakit Jantung Aritmia yang Perlu Diwaspadai

Pentingnya vaksinasi

Sangat penting bagi masyarakat untuk melakukan vaksin rutin untuk dewasa, seperti vaksin flu, hepatitis A, hepatitis B, meningitis, Tdap, dan PCV.

Berdasarkan rekomendasi WHO, vaksinasi dapat menyelamatkan jutaan nyawa dan
secara luas diakui sebagai salah satu intervensi kesehatan yang paling sukses sekaligus hemat biaya.

Sayangnya, pandemi Covid 19 mengakibatkan risiko terganggunya kegiatan imunisasi rutin karena adanya pembatasan mobilitas yang berdampak pada sistem kesehatan dan penurunan
pelaksanaan vaksinasi.

Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, ketua umum Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PERALMUNI) menyebutkan, pengendalian penyakit menular melalui vaksinasi juga memiliki peran penting dalam meningkatkan angka harapan hidup.

"Padahal, sejak tahun 2000, vaksinasi untuk mencegah penyakit menular telah menyelamatkan 37 juta jiwa di negara berpendapatan rendah dan menengah," tambahnya.

Karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap melakukan imunisasi sesuai dengan jadwal dan rekomendasi dokter meski sedang pandemi.

Sebab, semua itu perlu dilakukan demi melindungi diri dari penyakit infeksi yang berbahaya, bahkan penyakit yang mematikan.

Baca juga: 7 Tanda Penyakit Jantung Aritmia yang Perlu Diwaspadai

"Selain itu, keberhasilan dalam meningkatkan cakupan imunisasi dewasa akan berdampak pada penurunan angka kematian dan kesakitan serta biaya pengobatan," tambah dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Menular Langsung, Kementerian Kesehatan RI.

Vaksin adalah salah satu kisah sukses terbesar dalam kesehatan masyarakat. Melalui penggunaan vaksin, kita telah memberantas cacar dan hampir memberantas virus polio liar.

Alhasil, jumlah orang yang mengalami dampak buruk dari penyakit menular yang dapat dicegah seperti campak, difteri, dan batuk rejan menurun drastis.

Saat ini, sudah banyak fasilitas kesehatan yang telah menyesuaikan praktik mereka dan
menerapkan solusi baru untuk meminimalisasi risiko penularan Covid 19.

Misalnya, tersedianya pendaftaran awal atau pre-booking registration dan area yang terpisah antara pasien sakit dan vaksinasi.

Bahkan, saat ini beberapa rumah sakit atau klinik juga sudah menyediakan layanan vaksinasi di rumah dan layanan vaksinasi drive thru.

Dengan begitu, masyarakat dapat langsung menanyakan pada rumah sakit atau klinik terdekat untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X