Kompas.com - 26/04/2021, 18:01 WIB
Ilustrasi pemeriksaan penyakit jantung koroner atau arteri koroner. Ilustrasi pemeriksaan penyakit jantung koroner atau arteri koroner.

KOMPAS.com - Kardiomiopati adalah penyakit jantung yang memengaruhi bagian otot jantung.

Menurut American Heart Association, kardiomiopati bisa membuat otot jantung membesar, tebal, kaku, atau membentuk jaringan parut.

Saat penyakit jantung ini memburuk, kinerja organ vital tersebut bakal melemah.

Baca juga: 18 Jenis Kelainan Jantung Bawaan

Akibatnya, jantung tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh dengan optimal dan mengganggu kelistrikan jantung.

Apabila tidak segera ditangani, kardiomiopati bisa menyebabkan komplikasi seperti gangguan irama jantung atau aritmia, masalah katup jantung, sampai gagal jantung.

Berikut penjelasan lebih lanjut terkait gejala dan penyebab kardiomiopati yang perlu diwaspadai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jenis kardiomiopati

Terdapat beberapa jenis kardiomiopati, antara lain:

  • Kardiomiopati dilatasi
  • Kardiomiopati hipertrofik
  • Kardiomiopati restriktif
  • Displasia ventrikel kanan aritmogenik
  • Transthyretin amyloid cardiomyopathy (ATTR-CM)

Ada juga beberapa jenis kardiomiopati yang tidak terklasifikasi. Salah satunya kardiomiopati akibat stres yang juga dikenal sebagai sindrom patah hati.

Beberapa jenis kardiomiopati tersebut memiliki tanda dan gejala beragam.

Baca juga: 8 Jenis Penyakit Jantung pada Anak dan Cara Mengobatinya

Gejala kardiomiopati

Melansir Mayo Clinic, kebanyakan penderita jarang merasakan ada gangguan pada otot jantungnya di tahap awal penyakit.

Namun, seiring berkembangnya penyakit, penderita bisa merasakan gejala kardiomiopati seperti:

  • Sesak napas saat beraktivitas maupun istirahat
  • Tungkai, pergelangan kaki, dan kaki bengkak
  • Perut kembung karena penumpukan cairan
  • Batuk saat posisi tubuh berbaring
  • Susah berbaring terlentang
  • Kelelahan
  • Detak jantung cepat atau jantung berdebar-debar
  • Dada terasa tidak nyaman atau tertekan
  • Pusing
  • Kerap pingsan

Segera temui dokter jika ada tanda penyakit di atas. Gejala kardiomiopati cenderung memburuk apabila tidak segera diobati.

Baca juga: Kenali Apa itu Penyakit Jantung Rematik, Penyebab, dan Gejalanya

Penyebab kardiomiopati

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab kardiomiopati, di antaranya:

  • Faktor keturunan
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol
  • Kerusakan jaringan jantung karena serangan jantung
  • Detak jantung cepat terus-menerus
  • Gangguan katup jantung
  • Infeksi Covid-19
  • Gangguan metabolisme seperti obesitas, penyakit tiroid, atau diabetes
  • Kekurangan vitamin dan mineral esensial seperti vitamin B1
  • Komplikasi kehamilan
  • Penumpukan zat besi di otot jantung
  • Peradangan di jantung dan paru-paru
  • Penumpukan protein abnormal di organ
  • Gangguan jaringan ikat
  • Konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang
  • Efek samping penyalahgunaan narkova
  • Efek samping sejumlah obat kemoterapi dan radiasi kanker

Penyebab kardiomiopati seperti faktor keturunan memang tidak bisa dikontrol.

Namun, penyakit jantung ini dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Seperti menjalankan pola makan sehat dan seimbang, mengontrol tekanan darah sampai diabetes, rutin berolahraga, cukup tidur, mengendalikan stres, serta menghindari alkohol dan narkoba.

Baca juga: Hati-hati, Ini 11 Tanda Penyakit Jantung yang Kerap Diabaikan


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X