Kompas.com - 26/04/2021, 12:02 WIB
Ilustrasi PEXELS/ANDREA PIACQUADIOIlustrasi

KOMPAS.com – Kelelahan kronis berbeda dengan kelelahan sementara pada umumnya.

Kelalahan normal sering kali dapat hilang seiring berjalannya waktu dengan mengambil waktu istirahat.

Sedangkan kelelahan kronis cenderung tidak akan hilang dalam jangka waktu lama.

Baca juga: 21 Makanan Penambah Energi yang Baik Dikonsumsi

Merangkum Mayo Clinic, sindrom kelelahan kronis atau chronic fatigue syndrome (CFS) didefinisikan sebagai kelainan rumit yang ditandai dengan kelelahan ekstrem yang berlangsung setidaknya selama enam bulan dan tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh kondisi medis yang mendasarinya.

Kelelahan yang dirasakan pada kasus sindrom kelelahan kronis biasanya akan memburuk dengan adanya aktivitas fisik atau mental yang dilakukan oleh penderita, tapi tidak akan membaik dengan istirahat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gejala khas lainnya, termasuk:

  • Tidak yang tidak menyehatkan
  • Kesulitan dengan ingatan, fokus, dan konsentrasi
  • Pusing yang memburuk dengan berpindah dari berbaring atau duduk ke berdiri

Sindrom kelelahan kronis juga dapat disebut sebagai myalgic encephalomyelitis (ME) atau systemic exertional intolerance disease (SEID).

Penyebab sindrom kelelahan kronis ini sendiri belum sepenuhnya dipahami. Tapi ada beberapa pandangan yang mengungkap infeksi virus, tekanan psikologis, atau kombinasi faktor sebagai penyebabnya.

Karena tidak ada penyebab tunggal yang diidentifikasi dan karena banyak kondisi lain menghasilkan gejala yang serupa, sindom kelelahan kronis mungkin sulit didiagnosis.

Baca juga: 14 Makanan yang Mengandung Vitamin C Tinggi

Tidak ada tes untuk memastikan diagnosis sindrom kelelahan kronis.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

Health
Regurgitasi Trikuspid

Regurgitasi Trikuspid

Penyakit
Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan dan Tenggorokan?

Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan dan Tenggorokan?

Health
Anemia Aplastik

Anemia Aplastik

Penyakit
Gejala Batu Ginjal Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Gejala Batu Ginjal Pada Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Scleroderma

Scleroderma

Penyakit
Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Health
Spondylolisthesis

Spondylolisthesis

Penyakit
5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

Health
Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.