Kompas.com - 28/04/2021, 12:02 WIB
Ilustrasi jus tomat. ShutterstockIlustrasi jus tomat.

KOMPAS.com – Mengenal beragam minuman untuk bantu menurunkan kolesterol tinggi kiranya baik sebagai bagian dari cara mengendalikan masalah kesehatan ini.

Berbagai jenis minuman diyakini mengandung senyawa yang dapat membantu mengurangi atau menjaga kadar kolesterol tetap stabil.

Kolesterol sendiri adalah zat lilin yang digunakan tubuh untuk membuat sel dan hormon.

Baca juga: Berapa Kadar Kolesterol Normal dalam Darah?

High-density lipoprotein (HDL) dan low-density lipoprotein (LDL) adalah dua jenis kolesterol yang berbeda. Kedua jenis kolesterol itu dibutuhkan oleh tubuh agar berfungsi optimal.

Namun, jika kadar kolesterol ini tidak sehat, hal itu dapat meningkatkan risiko kondisi kesehatan serius, seperti stroke atau serangan jantung.

Bagi Anda yang sudah terlanjur memiliki kolesterol tinggi, menjaga pola makan sehat adalah keharusan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lantas, apa saja minuman untuk menurunkan kolesterol tinggi?

1. Teh hijau

Melansir Medical News Today, teh hijau mengandung katekin dan senyawa antioksidan lainnya yang tampaknya dapat membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan kadar kolesterol total.

Dalam sebuah studi pada 2015, para ilmuwan memberi tikus air minum yang ditambahkan dengan katekin dan epigallocatechin gallate, yakni antioksidan bermanfaat lainnya yang dapat ditemui dalam teh hijau.

Setelah 56 hari, para peneliti melihat kadar kolesterol jahat dan kolesterol total pada tikus telah berkurang sekitar 14,4 persen.

Baca juga: 4 Efek Kolesterol Tinggi pada Tubuh yang Layak Diantisipasi

Selain itu, kandungan kafein dalam teh hijau juga dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Seperti diketahui, kolesterol HDL tinggi diharapkan karena jenis kolesterol ini dapat berfungsi mengangkut kolesterol jahat (LDL) dari dalam darah ke hati dan memecahnya agar menjadi limbah yang dibuang dari tubuh.

Selain teh hijau, jenis teh hitam juga dapat berdampak positif pada tingkat kolesterol dalam darah Anda. Tapi, jika dibandingkan, dampak teh hitam mungkin tak sebaik teh hijau.

2. Susu kedelai

Kedelai adalah bahan pangan yang kandungan lemak jenuhnya rendah. Itu mengapa mengganti krim atau produk susu berlemak tinggi dengan susu kedelai dapat membantu mengurangi atau mengelola kadar kolesterol Anda.

The Food and Drug Administration (FDA) AS telah merekomendasikan orang-orang dapat mengonsumsi 25 g protein kedelai setiap hari sebagai bagian dari diet rendah lemak jenuh dan kolesterol untuk membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Baca juga: 8 Makanan Penurun Kolesterol untuk Cegah Penyakit Jantung Koroner

Sementara Heart UK merekomendasikan orang-orang untuk dapat mengonsumsi 2-3 porsi makanan atau minuman berbahan dasar kedelai setiap hari.

Dalam hal ini, 250 ml susu kedelai bisa mewakili satu porsi minuman berbahan dasar kedelai.

3. Susu gandum

Oat mengandung beta-glukan yang membuat zat seperti gel di usus dan berinteraksi dengan garam empedu. Reaksi ini dapat mengurangi penyerapan kolesterol.

Sebuah tinjauan pada 2018 menemukan bahwa oat drink, seperti susu gandum dapat menawarkan penurunan kolesterol yang lebih konsisten daripada produk oat semi padat atau padat.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, cobalah mengonsumsi sekitar 3 g beta-glukan per hari yang dapat menurunkan 7 persen kolesterol jahat. Satu cangkir susu gandum dapat menyediakan hingga 1,3 g beta-glukan.

Tapi, Anda bisa memeriksa label oat drink untuk memastikan kandungannya beta-glukannya.

Baca juga: 12 Makanan yang Mengandung Antioksidan Tinggi

4. Jus tomat

Tomat kaya akan senyawa yang disebut likopen.

Senyawa ini dapat meningkatkan kadar lipid (lemak) dan menurunkan kolesterol jahat (LDL).

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa mengolah tomat menjadi jus dapat meningkatkan kandungan likopennya.

Jus tomat juga kaya serat penurun kolesterol, serta niasin (vitamin B3).

Sebuah studi pada 2015 menemukan bahwa 25 wanita yang minum 280 ml jus tomat setiap hari selama 2 bulan mengalami penurunan kadar kolesterol darah. Para partisipan itu berusia 20-30 tahun dan memiliki skor indeks massa tubuh minimal 20.

5. Jus beri

Banyak buah beri kaya akan antioksidan dan serat, yang keduanya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.

Secara khusus, antosianin, yakni agen antioksidan kuat dalam buah beri dipercaya dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol.

Buah beri juga rendah kalori dan lemak.

Baca juga: 11 Makanan yang Mengandung Lemak Tinggi tapi Justru Menyehatkan

Untuk mengonsumsi buah beri, Anda bisa menjadikannya jus atau sebagai smoothie.

Jika ingin dibuat smoothie, campurkan dua genggam (sekitar 80 g) buah beri apa pun dengan 1/2 cangkir susu rendah lemak atau yogurt, dan 1/2 cangkir air dingin.

Contoh buah beri yang sangat sehat meliputi:

  • Stroberi
  • Blueberry
  • Blackberry
  • Raspberi

6. Minuman yang mengandung sterol dan stanol

Sterol dan stanol adalah senyawa kimia penting yang terdapat dalam membrane sel tanaman tertentu.

Senyawa ini mempunyai molekul yang mirip dengan molekul kolesterol.

Jadi saat sterol dan stanol masuk ke dalam saluran pencernaan, senyawa ini akan menghambat penyerapan kolesterol dalam usus.

Baca juga: 20 Makanan yang Mengandung Serat Tinggi

Tapi sayangnya, beragam jenis buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan cenderung mengandung kadar sterol dan stanol rendah yang mungkin tidak bisa secara siginifikan menurunkan kolesterol.

Sebagai solusi, Anda bisa mendapatkan sterol dan stanol cukup banyak dari produk minuman yang ditambahkan senyawa tanaman ini.

Sejumlah produsen diketahui telah menambahkan bahan kimia ini ke beberapa makanan dan minuman, termasuk minuman yogurt yang diperkaya, susu, dan jus buah.

FDA menyatakan bahwa kebanyakan orang harus mencoba mengonsumsi 1,3 g atau lebih sterol dan 3,4 g stanol per hari untuk mendapatkan manfaat maksimal penurunan kolesterol.

7. Minuman cokelat murni

Kakao adalah bahan utama dari cokelat hitam. Ini mengandung antioksidan yang disebut flavanol yang dapat menurunkan kadar kolesterol.

Sebuah studi pada 2015 menemukan bahwa mengonsumsi minuman 450 mg yang mengandung flavanol kakao dua kali sehari selama 1 bulan, dapat menurunkan kadar kolesterol jahat sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik.

Baca juga: 7 Manfaat Cokelat Hitam Bagi Kesehatan

Kakao juga mengandung asam lemak tak jenuh tunggal tinggi yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

Namun, minuman yang mengandung cokelat olahan memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi.

Orang yang mencari pilihan minuman sehat mungkin harus memilih minuman kakao murni.

8. Smoothie buah dan sayur tertentu

Melansir Health Line, ada banyak jenis susu nabati, seperti susu kedelai dan susu gandum mengandung senyawa yang dapat membantu menurunkan atau mengontrol kadar kolesterol dalam darah.

Anda dapat memanfaatkan susu sehat ini untuk membuat smoothie.

Untuk mendapatkan manfaat lebih besar, Anda bisa mencampurkan 1 cangkir (250 ml) susu kedelai atau susu gandum dengan buah atau sayuran yang juga memiliki sifat penurun kolesterol.

Ini termasuk:

  • 1 buah pisang
  • 1 genggam anggur atau prune
  • 1 potong mangga atau melon
  • 1 buah alpukat
  • 2 buah plum kecil
  • 1 cangkir kale atau lobak Swiss
  • 2/3 cangkir bubur labu

Baca juga: Berapa Kadar Trigliserida Normal dalam Darah?

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X