Kompas.com - 08/05/2021, 10:01 WIB

KOMPAS.com - Ketika terkena suatu penyakit atau mengalami masalah kesehatan, dokter kerap menyebut pasiennya mengalami peradangan.

Peradangan bukanlah penyakit. Namun, masalah kesehatan ini tak jarang menyebabkan rasa sakit.

Berikut penjelasan lebih lanjut tentang apa itu peradangan, jenis peradangan, sampai penyebab dan gejalanya yang perlu Anda ketahui.

Baca juga: 7 Gejala Demam Rematik dan Penyebabnya

Apa itu peradangan?

Peradangan adalah respons alami sistem daya tahan tubuh saat menghadapi penyakit atau cedera.

Melansir Verywell Health, saat mengalami peradangan, seseorang bisa merasakan bagian tubuhnya sakit atau tidak enak badan.

Rasa nyeri ini muncul ketika bagian tubuh yang meradang mengalami pembengkakan.

Bagian yang bengkak tersebut mendorong ujung saraf yang sensitif dan mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak.

Selain itu, beberapa proses kimiawi peradangan memengaruhi saraf, sehingga muncul sensasi nyeri.

Peningkatan jumlah sel dan zat peradangan juga dapat memasuki bagian tubuh seperti persendian.

Kondisi tersebut bisa menyebabkan iritasi, membuat lapisan terdampak bengkak, lalu merusak area sekitarnya.

Baca juga: 8 Penyebab Menggigil Tanpa Demam

Jenis peradangan

Dilansir dari Harvard Health Publishing, terdapat dua jenis peradangan yakni akut dan kronis.

  • Peradangan akut

Peradangan akut identik dengan peradangan yang “baik” karena membantu proses penyembuhan.

Peradangan akut terjadi saat sistem daya tahan tubuh mengirimkan sel darah putih untuk melindungi area yang sakit.

Saat perlindungan berjalan, bagian tubuh yang mengalami peradangan bisa kemerahan atau bengkak.

Proses sejenis juga terjadi ketika seseorang mengalami infeksi virus dan bakteri.

Tanpa respons sistem daya tahan tubuh tersebut, cedera atau infeksi sederhana bisa berdampak fatal sampai mematikan.

Baca juga: Gejala Demam Karena Infeksi Virus

  • Peradangan kronis

Peradangan kronis cenderung dianggap peradangan yang “buruk” karena terkait dengan penyakit kronis.

Peradangan kronis terjadi ketika tubuh merespons zat yang tidak diinginkan oleh tubuh, seperti racun dari asap rokok atau kelebihan sel lemak.

Di dalam pembuluh darah arteri, peradangan lambat laun dapat memicu terbentuknya plak dari lemak kolesterol (aterosklerosis).

Tubuh menganggap plak ini tidak normal dan asing, sehingga berupaya untuk menutupi plak ini dari aliran darah.

Apabila proses tersebut berlangsung dalam waktu lama, plak rentan pecah, lalu serpihan pecahannya bercampur dengan darah, dan membentuk gumpalan yang menghalangi aliran darah.

Gumpalan tersebut apabila tidak segera diantisipasi bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Baca juga: Stres Bisa Sebabkan Demam, Kok Bisa?

Penyebab peradangan dan gejalanya

Penyebab peradangan juga sangat tergantung jenisnya. Peradangan akut biasanya disebabkan oleh cedera misalkan terkilir, terbentur, terjatuh, atau tergores.

Proses peradangan akut ini terjadi dengan cepat dan menimbulkan beberapa gejala seperti:

  • Kulit kemerahan
  • Nyeri atau rasanya seperti ditekan
  • Bengkak atau benjol
  • Bagian yang cedera terasa panas
  • Memar
  • Kaku
  • Bagian yang sakit susah digerakkan

Peradangan akut terkait cedera bisa berlangsung selama beberapa hari sampai bulan.

Selain itu, peradangan akut juga bisa disebabkan infeksi virus atau bakteri. Ketika tubuh mengidentifikasi ada serangan bakteri atau virus, sel darah putih akan melepaskan beberapa zat kimia inflamasi.

Baca juga: Bolehkah Mengompres Anak yang Demam dengan Air Dingin?

Respons alami peradangan akut ini tak jarang membuat penderitanya merasa tidak enak badan dan kelelahan.

  • Gejala peradangan akut saat tubuh mengalami infeksi, antara lain:
  • Demam
  • Mual
  • Lesu
  • Mudah mengantuk
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala

Gejala tersebut bisa muncul selama beberapa hari atau minggu, atau mungkin lebih lama apabila infeksi cukup serius.

Sejumlah infeksi penyebab peradangan akut di antaranya bronkitis, tonsilitis, apendisitis, radang selaput lendir, meningitis, sampai Covid-19.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Makin Tinggi Suhu Demam Risiko Kejang Kian Besar?

Sementara itu, peradangan kronis disebabkan masalah kesehatan yang mengganggu kesehatan jaringan, organ, dan sel tubuh.

Beberapa masalah kesehatan penyebab peradangan kronis, antara lain:

  • Diabetes tipe 2
  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Penyakit ginjal
  • Kanker
  • Depresi
  • Penyakit neurodegeneratif seperti alzheimer
  • Penyakit autoimun
  • Osteoporosis
  • Fatty liver
  • Obesitas

Peradangan kronis jarang menimbulkan gejala khusus. Namun, masalah kesehatan ini bisa berdampak fatal dan mengurangi kualitas hidup pengidapnya.

Setelah sekilas mengetahui apa itu peradangan, seseorang bisa mengetahui apakah tubuhnya mengalami peradangan akut atau kronis lewat pemeriksaan kesehatan lengkap.

Jika dicurigai ada peradangan tertentu, dokter biasanya merekomendasikan pemeriksaan lanjutan berupa tes darah dan pencitraan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.