Kompas.com - 09/05/2021, 08:02 WIB
Ilustrasi talasemia Jarun OntakraiIlustrasi talasemia

Komplikasi thalasemia mayor

Pengidap thalasemia beta mayor biasanya mengalami penumpukan zat besi di dalam tubuh.

Hal itu dipengaruhi penyakit kelainan darah sekaligus transfusi darah berulang.

Zat besi yang menumpuk di dalam tubuh bisa merusak jantung, hati, dan sistem endokrin.

Selain penumpukan zat besi, pengidap thalasemia beta mayor juga rentan terkena masalah kesehatan, seperti:

  • Kelainan bentuk tulang dan patah tulang akibat perubahan di sumsum tulang (tempat sel darah merah dibuat)
  • Limpa bengkak karena organ perlu bekerja lebih keras dari kondisi normal
  • Infeksi

Baca juga: Kenali Apa Itu Hipospadia, Kelainan Penis Bawaan Lahir

Penyebab thalasemia mayor

Hemoglobin yang normal terdiri atas dua protein alfa dan dua protein beta. Perubahan gen atau mutasi protein alfa menyebabkan thalasemia alfa. Sedangkan perubahan gen protein beta menyebabkan thalasemia beta.

Pada thalassemia beta mayor, perubahan gen menyebabkan ketidakseimbangan protein hemoglobin.

Ketidakseimbangan tersebut bisa memicu anemia karena:

  • Sel darah merah rusak lebih cepat dari biasanya
  • Produksi sel darah merah sedikit
  • Produksi hemoglobin sedikit

Ketidakseimbangan tersebut juga menyebabkan masalah kesehatan pada tulang, sumsum tulang, dan organ lainnya.

Baca juga: 8 Macam Kelainan pada Tulang Manusia yang Perlu Diwaspadai

Penderita thalasemia mewarisi gen thalasemia dari orangtuanya. Anak yang mewarisi gen thalasemia dari salah satu orangtuanya berpotensi mengalami thalasemia minor.

Sedangkan anak yang mewarisi kedua gen thalasemia (satu gen dari masing-masing orangtuanya) rentan mengalami thalasemia mayor.

Penyakit thalasemia mayor bisa dideteksi sejak janin di dalam kandungan. Atau, lewat tes darah setelah bayi lahir.

Penderita penyakit thalasemia mayor membutuhkan perawatan medis seumur hidup.

Yakni dengan transfusi darah rutin setiap dua sampai empat minggu dan minum obat untuk menghilangkan zat besi berlebihan dari tubuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Penyakit Paget
Penyakit Paget
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.