Hormon steroid yang dikenal sebagai kortisol membantu tubuh mengontrol dan mengatasi stres.
Baca juga: 6 Hal Pemicu Perut Buncit yang Tak Bisa Disepelekan
Ketika seseorang berada dalam situasi berbahaya atau tekanan tinggi, tubuh mereka melepaskan kortisol, dan hormon ini dapat memengaruhi metabolisme.
Orang sering mencari makanan untuk kenyamanan saat mereka merasa stres.
Kortisol menyebabkan kelebihan kalori tersebut tetap berada di sekitar perut dan area tubuh lainnya sehingga terjadi penumpukan.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengungkapkan bahwa gen juga ada hubungannya dengan obesitas.
Beberapa peneliti menyimpulkan bahwa gen dapat mempengaruhi perilaku, metabolisme, dan risiko obesitas.
Faktor lingkungan dan perilaku juga berperan dalam kemungkinan orang menjadi obesitas.
Sebuah studi berjudul “The role of sleep duration in the regulation of energy balance: effects on energy intakes and expenditure” menjelaskan bahwa penambahan berat badan berkaitan dengan durasi tidur yang singkat.
Inilah yang menyebabkan penumpukan lemak di perut.
Durasi tidur yang singkat dikaitkan dengan peningkatan asupan makanan yang mungkin berperan dalam perkembangan lemak perut.
Baca juga: 5 Jenis Makanan yang Bantu Singkirkan Perut Buncit
Kurang tidur yang cukup juga berpotensi menyebabkan perilaku makan yang tidak sehat, seperti makan secara emosional.
Para peneliti mungkin tidak menganggap merokok sebagai penyebab langsung dari lemak perut, tetapi mereka yakin itu adalah faktor risiko.
Sebuah studi tahun 2012 berjudul “Cigarette Smoking Increases Abdominal and Visceral Obesity but Not Overall Fatness: An Observational Study” menunjukkan bahwa perokok memiliki lebih banyak lemak perut dan viseral dibandingkan bukan perokok.
Berikut ini beberapa langkah mudah untuk hilangkan perut buncit yang bisa dilakukan di rumah.
Makanan dan minuman dengan tambahan gula memang buruk bagi kesehatan.
Mengonsumsi makanan jenis ini bisa menyebabkan penambahan berat badan.
Sebuah studi berjudul “Fructose and Sugar: A Major Mediator of Nonalcoholic Fatty Liver Disease” menunjukkan bahwa tambahan gula memiliki efek berbahaya bagi kesehatan metabolik.
Baca juga: 8 Cara Mengecilkan Perut Buncit Tanpa Olahraga
Selain itu, penelitian lain berjudul “Consuming fructose-sweetened, not glucose-sweetened, beverages increases visceral adiposity and lipids and decreases insulin sensitivity in overweight/obese humans” menunjukkan bahwa kelebihan gula dapat menyebabkan perut buncit.
Oleh karena itu, diperlukan kontrol asupan gula harian.
Salah satunya, hindari makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan tinggi, seperti minuman penambah stamina, sirup, soda, kue, dan lain sebagainya.