Kompas.com - 01/06/2021, 09:00 WIB
Ilustrasi teh Ilustrasi teh

KOMPAS.com - Teh merupakan salah satu minuman yang cukup populer di dunia.

Ada berbagai macam jenis teh, tetapi yang terkenal adalah teh hitam, teh hijau, dan oolong.

Selain rasanya yang nikmat, teh juga mengandung berbagai manfaat bagi kesehatan.

Baca juga: 5 Bahaya Terlalu Banyak Minum Teh

Dalam sebuah artikel berjudul “Tea and its consumption: benefits and risks”, teh dapat mengurangi risiko penyakit kronis, seperti kanker, obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Namun, apabila terlalu banyak mengonsumsi, teh bisa menyebabkan beberapa efek samping.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

5 Efek Samping Minum Teh yang Harus Diperhatikan
Konsumsi teh dalam jumlah terlalu banyak dapat menyebabkan berbagai efek samping.
Bagikan artikel ini melalui

Berikut ini beberapa efek samping yang disebabkan oleh konsumsi teh dalam jumlah yang banyak.

1. Mengurangi penyerapan zat besi

Sebuah studi berjudul “The Impact of Tannin Consumption on Iron Bioavailability and Status: A Narrative Review” mengungkapkan bahwa teh mengandung senyawa yang disebut tanin.

Senyawa ini dapat mengikat zat besi pada makanan tertentu sehingga sulit diserap oleh tubuh.

Oleh karena itu, hindari mengonsumsi teh setelah makan.

2. Menyebabkan kecemasan, stres, dan kegelisahan

Daun teh mengandung kafein.

Merangkum dari studi berjudul “The Safety of Ingested Caffeine: A Comprehensive Review”, terlalu banyak mengonsumsi kafein, baik dari teh atau sumber kafein lain, dapat menyebabkan perasaan cemas, stres, dan gelisah.

Dilansir dari “Caffeine content of brewed teas”, secangkir teh (rata-rata 240 ml) mengandung sekitar 11-61 mg kafein.

Baca juga: Waspada, Konsumsi Teh Boba Berlebihan Picu Berbagai Masalah Kesehatan

Jumlah kafein dapat berbeda-beda, bergantung dari jenis teh.

Teh hitam cenderung mengandung lebih banyak kafein daripada varietas hijau dan putih.

Semakin lama menyeduh teh, semakin tinggi kandungan kafein di dalamnya,

3. Memiliki gangguan tidur

Karena teh secara alami mengandung kafein, asupan yang berlebihan dapat mengganggu siklus tidur.

Melatonin adalah hormon yang memberi sinyal pada otak bahwa sudah waktunya untuk tidur.

Namun, sebuah penelitian berjudul “Effects of caffeine on sleep quality and daytime functioning” menunjukkan bahwa kafein dapat menghambat produksi melatonin sehingga mengakibatkan kualitas tidur menjadi buruk.

Tidur yang kurang biasanya dapat menyebabkan berbagai masalah mental, seperti kelelahan, gangguan memori, dan berkurangnya fokus.

Terlebih lagi, kurang tidur kronis dapat menyebabkan peningkatan risiko obesitas dan kontrol gula darah yang buruk.

4. Mual

Senyawa tertentu dalam teh dapat menyebabkan mual, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah banyak atau saat perut kosong.

Baca juga: Benarkah Minum Teh Bikin Dehidrasi?

Tanin dalam daun teh bertanggung jawab atas rasa teh yang pahit dan kering.

Sifat astringent dari tanin juga dapat mengiritasi jaringan pencernaan sehingga berpotensi menyebabkan gejala yang tidak nyaman, seperti mual atau sakit perut.

Jumlah teh yang dibutuhkan untuk mendapatkan efek ini dapat sangat bervariasi tergantung pada orangnya.

5. Maag

Kafein dalam teh dapat menyebabkan mulas atau memperburuk gejala refluks asam yang sudah ada sebelumnya .

Penelitian berjudul “Effect of caffeine on lower esophageal sphincter pressure in Thai healthy volunteers”, menunjukkan bahwa kafein dapat mengendurkan sfingter sehingga memungkinkan isi lambung yang asam lebih mudah mengalir ke kerongkongan.

Kafein juga dapat berkontribusi pada peningkatan produksi asam lambung.

Tentu saja, minum teh belum tentu menyebabkan mulas.

Setiap orang memiliki tingkat toleransi masing-masing.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Pinggul

Displasia Pinggul

Penyakit
8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

Health
Radang Permukaan Lidah

Radang Permukaan Lidah

Penyakit
13 Makanan untuk Melancarkan BAB

13 Makanan untuk Melancarkan BAB

Health
Gusi Bengkak

Gusi Bengkak

Penyakit
13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

Health
Biang Keringat

Biang Keringat

Penyakit
Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Health
Mata Gatal

Mata Gatal

Penyakit
Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Health
Iritis

Iritis

Penyakit
6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Gusi

Abses Gusi

Penyakit
Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.