Kompas.com - 27/06/2021, 13:34 WIB
Ilustrasi anak bermain di kamar. PIXABAY/VICTORIA BORODINOVAIlustrasi anak bermain di kamar.

KOMPAS.com - Alergi susu sapi merupakan hal yang sering dialamioleh si kecil.

Meski gejalanya bisa hilang saat si kecil melewati periode balita, tetap saja alergi ini tak bisa disepelekan.

Seba, alergi susu sapi bisa menimbulkan dampak besar pada anak, seperti gangguan saluran cerna dan pernapasan.

Alergi susu sapi juga bisa menyebabkan gangguan pada kulit, seperti eksim atau dermatitis atopik dan biduran atau urtikaria.

Dalam kasus yang parah, alergi susu sapi bisa memicu anafilaksis yang menyebabkan kematian.

Baca juga: Selain Serangan Jantung, Ini 4 Penyebab Nyeri Dada

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Faktor risiko alergi

Dalam sebuah acara webinar bertajuk WORLD ALLERGY WEEK 2021,Prof. Dr. dr. Budi Setiabudiawan selaku Dokter Konsultan Alergi Imunologi Anak mengatakan bahwa faktor risiko berkembangnya alergi pada Si Kecil dapat berasal dari faktor genetik atau
keturunan yaitu dari keluarga dengan riwayat alergi.

Adapun kasus alergi protein susu sapi umumnya terjadi pada Si Kecil yang tidak mendapatkan Air Susu Ibu (ASI).

Oleh karena itu, pencegahan alergi protein susu sapi dapat dilakukan dengan cara
memberikan ASI eksklusif bagi anak.

“Jika bunda tidak dapat memberikan ASI dan Si Kecil berbakat alergi tapi belum muncul gejala alerginya, maka dapat diberikan susu yang telah diformulasikan secara khusus
seperti susu dengan protein hidrolisa parsial (PHP)," ucap Prof Budi.

Jika gejala alergi sudah muncul, menurut Prof Budi, dapat diatasi dengan nutrisi medis khusus yaitu susu dengan protein terhidrolisa ekstensif, susu dengan isolat protein kedelai (soya) atau susu asam amino.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Amnesia
Amnesia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
Kram Mesntruasi

Kram Mesntruasi

Penyakit
10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Sindrom Tourette

Sindrom Tourette

Penyakit
6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.