Kompas.com - 03/07/2021, 19:37 WIB
Proning membutuhkan empat atau lima staf kesehatan yang terlatih, kata dr. Galiatsatos. Dalam gambar ini, sekelompok petugas kesehatan di Jerman sedang melatih teknik ini. Proning membutuhkan empat atau lima staf kesehatan yang terlatih, kata dr. Galiatsatos. Dalam gambar ini, sekelompok petugas kesehatan di Jerman sedang melatih teknik ini.

KOMPAS.com - Di tengah merebaknya kasus saturasi oksigen menurun saat menjalani isolasi mandiri, belakangan jamak beredar saran agar pasien Covid-19 diberi bantuan teknik proning atau proning position.

Kadar saturasi oksigen normal berkisar antara 95 persen sampai 100 persen. Saturasi oksigen mulai menurun ketika kadarnya di bawah 94 persen.

Proning disebut potensial untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen bagi pasien yang menderita gangguan pernapasan.

Baca juga: Kontak Erat, Kapan Perlu Tes Antigen atau PCR Pemeriksaan Covid-19?

Jauh sebelum pandemi corona SARS CoV-2, metode ini sebenarnya sudah dipraktikkan di AS sejak beberapa dekade lalu.

Berikut penjelasan lebih lanjut apa itu proning, manfaatnya untuk Covid-19, sampai tekniknya.

Apa itu proning?

Proning position atau dikenal dengan proning adalah teknik meningkatkan kadar oksigen dengan cara mengatur posisi tidur tengkurap pada pasien yang mengalami gangguan pernapasan.

Melansir Penn Medicine, pada 1970 silam, sejumlah dokter di AS mulai memanfaatkan proning untuk membantu mengatasi sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS).

ARDS adalah gangguan pernapasan berat karena penumpukan cairan di alveoli atau kantong udara kecil di paru-paru. Masalah kesehatan ini ditandai dengan gejala sesak napas berat.

Penyebab ARDS dapat berasal dari sepsis, pneumonia berat, dan infeksi virus corona SARS-CoV-2 (Covid-19).

Dalam kasus Covid-19, ARDS merupakan penyebab kematian pada pasien Covid-19.

Baca juga: Isolasi Mandiri di Rumah saat Covid-19, Begini Caranya Menurut Dokter

Apa manfaat proning untuk penderita Covid-19?

Oleh tenaga medis, teknik proning jamak diberikan kepada pasien gangguan pernapasan berat yang menggunakan ventilator.

Teknik proning dapat membantu melawan tekanan gravitasi ketika paru-paru sedang minim pasokan oksigen.

Selain itu, teknik ini juga membantu distribusi volume dan tekanan ventilator, sehingga kerusakan paru-paru bisa dicegah.

Belakangan, sejumlah penelitian menyebut manfaat proning dapat diterapkan untuk penderita gangguan pernapasan yang tidak menggunakan ventilator, termasuk pasien Covid-19.

Teknik proning untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen telah diujicobakan di AS, China, Prancis, Italia, dan India.

Selain untuk membantu mengatasi gangguan pernapasan akut terkait Covid-19, manfaat proning juga potensial digunakan untuk mencegah intubasi atau penggunaan alat bantu pernapasan seperti ventilator.

Baca juga: Isolasi Mandiri Covid-19, Perlu Waktu Berapa Lama?

Teknik proning untuk meningkatkan saturasi oksigen

Ilustrasi proninghttps://www.mohfw.gov.in/ Ilustrasi proning
Melansir Covid-19 Proning for Self Care oleh Kementerian Kesehatan India, teknik proning bisa dimanfaatkan pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri, ketika kadar saturasi oksigen turun di bawah 94 persen.

Sebelum melakukan proning, siapkan empat sampai lima bantal untuk membantu menyangga tubuh saat posisi tidur tengkurap.

Setelah itu, mulai terapkan teknik proning, yakni:

  • Tidur tengkurap dengan menempatkan satu bantal di bawah leher, satu atau dua bantal di antara dada sampai paha atas, dan dua bantal di bawah tulang kering selama 30 menit
  • Tidur miring ke kanan selama 30 menit
  • Tidur dengan posisi setengah duduk dan bagian punggung sampai tengkuk diganjal bantal selama 30 menit
  • Tidur miring ke kiri selama 30 menit
  • Kembali ke posisi tidur tengkurap selama 30 menit

Lamanya teknik proning sebenarnya bisa dilakukan antara 30 menit sampai 2 jam. Tapi, waktu terbaik untuk masing-masing posisi tidur disarankan maksimal 30 menit. 

Perhatian, selama menjalankan teknik proning, pastikan sirkulasi udara di ruangan terjaga dengan baik. 

Baca juga: 7 Istilah Terkait Covid-19 yang Perlu Diketahui, Jangan Salah Kaprah

Perhatian sebelum coba teknik proning untuk Covid-19

Sebelum menjalankan proning, berikan jeda dengan jadwal makan pasien setidaknya satu jam.

Selain itu, pastikan pasien nyaman menjalaninya. Ketinggian bantal atau lamanya waktu proning juga bisa disesuaikan dengan kenyamanan pasien.

Hindari memberikan teknik proning untuk pasien Covid-19 yang sedang hamil, punya masalah trombosis vena dalam, punya penyakit jantung, punya masalah tulang belakang atau panggul.

Penelitian ilmiah proning untuk Covid-19 hingga kini masih terbatas. Agar lebih aman, pastikan penderita Covid-19 yang akan menjajal teknik ini berkonsultasi dulu dengan dokter yang menangani.

Baca juga: 4 Olahraga di Rumah untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh saat Pandemi Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.