Kompas.com - 05/07/2021, 18:02 WIB

KOMPAS.com - Akhir-akhir ini, air fryer sangat populer di seluruh dunia.

Dalam iklannya, air fryer digadang-gadang dapat menjadi solusi bagi para pencinta gorengan yang takut mengonsumsi minyak.

Air fryer diklaim dapat membantu menurunkan kandungan lemak dari makanan yang digoreng, seperti kentang goreng, sayap ayam, tempura.

Namun, apakah klaim tersebut benar?

Merangkum dari Healthline, pada dasarnya air fryer adalah alat dapur populer yang digunakan untuk membuat makanan yang digoreng seperti daging, kue kering, dan keripik kentang.

Baca juga: 4 Bahaya Makan Gorengan Berlebihan untuk Kesehatan

Alat ini bekerja dengan mengedarkan udara panas di sekitar makanan sehingga bagian luar makanan tersebut menjadi renyah dan garing.

Melansir dari studi berjudul “Food Processing and Maillard Reaction Products: Effect on Human Health and Nutrition”, alat ini dapat menyebabkan reaksi kimia yang dikenal sebagai reaksi Maillard.

Reaksi Maillard adalah reaksi yang terjadi antara asam amino dan gula pereduksi karena adanya panas.

Reaksi ini dapat menyebabkan perubahan warna dan rasa makanan.

Makanan yang digoreng di air fryer disebut-sebut sebagai alternatif yang sehat untuk makanan yang digoreng berkat kandungan lemak dan kalori yang lebih rendah.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.