Kompas.com - 07/07/2021, 06:00 WIB

KOMPAS.com - Diabetes tipe 2 adalah kondisi kronis yang dapat berkembang pada usia berapa pun, termasuk anak-anak.

Diabetes tipe 2 sering kali memiliki onset yang lambat dan bertahap.

Karena itu, gejalanya bisa sulit dideteksi dan beberapa anak mungkin tidak memiliki gejala sama sekali.

Merangkum dari Medical News Today, di Amerika Serikat, 34,2 juta orang menderita diabetes.

Baca juga: Benarkah Stres Bisa Menyebabkan Diabetes?

Dari jumlah tersebut, 7,3 juta di antaranya mungkin tidak terdiagnosis.

Diabetes tipe 2 adalah kondisi seumur hidup yang dapat menyebabkan komplikasi serius jika seseorang tidak menerima pengobatan.

Namun, dengan diet yang dikontrol dengan hati-hati, penyesuaian gaya hidup, dan obat-obatan untuk mengontrol gula darah, kondisi ini dapat memasuki remisi jangka panjang.

Gejala diabetes tipe 2 pada anak

Secara umum, gejala diabetes tipe dua cenderung serupa pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa.

Anak-anak dengan diabetes tipe 2 mungkin mengalami gejala-gejala berikut

  • Peningkatan buang air kecil: Seorang anak dengan diabetes tipe 2 mungkin buang air kecil lebih sering. Ketika ada kelebihan gula dalam darah, tubuh mengeluarkan sebagian dalam urine, dan kelebihan air mengikutinya.
  • Rasa haus yang meningkat: Anak-anak dengan diabetes tipe 2 mungkin mulai mengekspresikan kebutuhan untuk minum lebih banyak dari biasanya. Ini karena lebih banyak buang air kecil dapat menyebabkan dehidrasi sehingga menyebabkan rasa haus.
  • Kelelahan: Ketika tubuh tidak menggunakan gula darah secara efektif, seorang anak dapat mengalami kelelahan. Ketidaknyamanan emosional dan fisik hidup dengan efek diabetes yang lebih parah juga dapat menyebabkan perasaan lelah yang terus-menerus.
  • Penglihatan kabur: Kadar gula darah yang tinggi dapat menarik cairan dari lensa mata, membuatnya lebih sulit untuk fokus.
  • Kulit gelap: Resistensi insulin dapat menyebabkan perkembangan kondisi kulit yang disebut acanthosis nigricans yang dapat menyebabkan area kulit menjadi gelap. Ini sering mempengaruhi ketiak dan bagian belakang leher.
  • Penyembuhan luka yang lambat: Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan waktu penyembuhan yang lebih lama untuk luka dan infeksi kulit.

Baca juga: 5 Makanan yang Dapat Meningkatkan Imun Penderita Diabetes

Penyebab

Masalah pada kontrol gula darah merupakan penyebab utama diabetes.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.