Kompas.com - 17/07/2021, 17:00 WIB
Ilustrasi kolesterol marekuliaszIlustrasi kolesterol

KOMPAS.com - Orang sering menyebut kolesterol high-density lipoprotein (HDL) sebagai kolesterol "baik" karena membantu mengangkut dan menghilangkan bentuk kolesterol lain dari tubuh.

Kadar kolesterol baik yang lebih tinggi, bersama dengan kadar kolesterol total yang lebih rendah dan kolesterol “jahat” low-density lipoprotein (LDL), dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

Merangkum dari Medical News Today, kolesterol HDL dikenal sebagai kolesterol baik karena fungsinya di dalam tubuh.

Baca juga: Dikenal Tinggi Kolesterol, Ini 3 Manfaat Cumi-cumi dan Tips Sehatnya

 

Dengan beredar dalam aliran darah, membantu menghilangkan bentuk lain dari kolesterol dengan menyerap dan membawanya ke hati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hati kemudian dapat memproses kembali kolesterol untuk digunakan atau mengirimkannya keluar dari tubuh sebagai limbah.

Proses ini membantu menjaga kolesterol ekstra agar tidak menempel pada lapisan arteri dan menjadi plak.

Plak adalah campuran kolesterol dan zat lemak lainnya yang menempel pada dinding arteri.

Seiring waktu, plak dapat menumpuk dan menyebabkan pembukaan arteri menjadi lebih sempit yang dikenal sebagai aterosklerosis .

Aterosklerosis merupakan faktor risiko komplikasi serius.

Arteri yang sempit dapat menyebabkan faktor risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi.

Selain itu, arteri yang sempit mungkin lebih rentan terhadap pembekuan darah yang dapat menyebabkan seseorang mengalami penyakit parah, seperti serangan jantung atau stroke.

Kombinasi menjaga kolesterol total tetap rendah sambil menjaga kolesterol HDL tetap tinggi dapat membantu mengurangi risiko ini dan mencegah penyakit kardiovaskular.

Baca juga: 6 Minuman Penurun Kolesterol

Lalu, berapa jumlah kolesterol yang normal?

Menurut National Heart Lung and Blood Institute, kolesterol tidak memiliki gejala tertentu.

Oleh karena itu penting untuk melakukan pemeriksaan kolesterol secara teratur.

Tes profil lipid dapat menunjukkan tingkat:

  • total kolesterol
  • trigliserida atau lemak dalam darah
  • LDL kolesterol
  • kolesterol HDL

Untuk kolesterol HDL, angka yang lebih tinggi menunjukkan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.

Kolesterol HDL yang normal adalah 40 miligram per desiliter (mg/dl) hingga 60 mg/dl.

Sementara itu, dikatakan tinggi apabila menyentuh angka 60 mg/dl ke atas.

Beberapa cara dapat dilakukan untuk meningkatkan kolesterol baik, salah satunya mengatur pola makan yang sehat.

Berikut makanan yang direkomendasikan untuk meningkatkan kolesterol baik.

Makanan kaya serat

Makanan kaya serat sehat untuk jantung dan dapat membantu mengelola kadar kolesterol.

Serat larut dalam makanan mengurangi penyerapan kolesterol dan asam empedu yang digunakan hati untuk membuat kolesterol.

Baca juga: Kabar Bahagia, 2 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol Ini Aman Dikonsumsi

Makanan yang secara alami tinggi serat meliputi:

  • havermut
  • psyllium ingat
  • kacang-kacangan seperti lentil, kacang hitam, dan kacang polong
  • biji-bijian utuh
  • artichoke
  • apel
  • alpukat

Lemak tak jenuh

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan bahwa memilih lemak tak jenuh dapat membantu mencegah dan mengelola kolesterol LDL tinggi sekaligus meningkatkan kolesterol HDL.

Makanan tinggi lemak tak jenuh antara lain:

  • alpukat
  • zaitun
  • kacang-kacangan dan biji-bijian
  • minyak nabati, seperti minyak zaitun dan minyak bunga matahari
  • ikan berminyak, seperti salmon, mackerel, sarden, dan herring
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

Health
9 Jenis Makanan Sehat yang Direkomendasikan untuk Ibu Hamil

9 Jenis Makanan Sehat yang Direkomendasikan untuk Ibu Hamil

Health
Gangrene

Gangrene

Penyakit
7 Penyebab Kontraksi Palsu, Ibu Hamil Perlu Tahu

7 Penyebab Kontraksi Palsu, Ibu Hamil Perlu Tahu

Health
Gangguan Menstruasi

Gangguan Menstruasi

Penyakit
Kenali Apa itu Prostatitis, Penyakit Prostat yang Rawan Menyerang Pria

Kenali Apa itu Prostatitis, Penyakit Prostat yang Rawan Menyerang Pria

Health
Klaustrofobia

Klaustrofobia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.