Kompas.com - 19/07/2021, 12:00 WIB
Ilustrasi turis Ilustrasi turis

KOMPAS.com - Pandemi yang telah terjadi lebih dari setahun ini memaksa semua orang untuk membatasi mobilitas secara keseluruhan.

Tidak seperti beberapa tahun sebelumnya, sekarang banyak tidak bisa leluasa bepergian ke luar kota atau perjalanan jarak jauh.

Meski demikian, ada kalanya beberapa orang diharuskan untuk melakukan perjalanan jarak jauh karena kondisi tertentu.

Selama di perjalanan, terkadang mereka tidak tahu apa yang disentuh atau siapa yang ditemui.

Baca juga: Alami Reaksi KIPI Usai Mendapat Vaksin Covid-19, Begini Mengatasinya

Bisa jadi, orang yang ditemui terinfeksi virus corona baru, SARS-CoV-2, atau barang yang disentuh telah terpapar virus tersebut.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Apa yang Harus Dilakukan jika Terkena Covid-19 saat Bepergian?
Pandemi yang telah terjadi lebih dari setahun ini memaksa semua orang untuk membatasi mobilitas secara keseluruhan.
Bagikan artikel ini melalui

Lalu, apa yang harus dilakukan ketika ada seseorang terpapar Covid-19 saat bepergian?

Merangkum dari Healthline, jika seseorang dinyatakan positif Covid-19 atau mengetahui bahwa ia terpapar virus saat bepergian, penting untuk bertanggung jawab dan melakukan segala upaya untuk menghentikan penularannya kepada orang lain.

Beberapa kiat bisa dilakukan untuk mengatasinya.

1. Lakukan isolasi mandiri ketika dinyatakan positif

Jika hasil tes positif, seseorang dapat mengetahui kapan ia tertular virus berdasarkan waktu tes sebelumnya dan aktivitas terakhirnya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), orang tanpa gejala dapat melakukan isolasi 10 hari setelah dinyatakan positif.

Namun, apabila orang tersebut memiliki gejala sedang atau parah, sebaiknya segera ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

2. Jadwalkan ulang perjalanan pulang

Apabila seseorang dinyatakan positif ketika ia masih melakukan perjalanan, jadwalkan ulang untuk perjalanan pulang sampai isolasi mandiri selesai.

Perkirakan waktu yang tepat, misalnya hari kedua setelah isolasi.

Hubungi kantor dan maskapai atau biro perjalanan untuk menangani kondisi ini.

Baca juga: Memahami Pentingnya Vaksinasi Covid-19 Secara Lengkap

Selain itu, beritahu juga keluarga dan rekan kerja apabila sedang melakukan isolasi mandiri agar semua pekerjaan bisa dikerjakan secara jarak jauh.

3. Cari tempat isolasi mandiri yang sesuai

Apabila seseorang yang terinfeksi Covid-19 tidak mengalami gejala apa pun atau hanya mengalami gejala ringan, ia diwajibkan untuk isolasi mandiri.

Ia bisa menghubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan akses ruang isolasi.

Namun, apabila hal ini tidak memungkinkan, usahakan untuk mencari hotel atau penginapan yang bisa digunakan untuk isolasi mandiri.

Saat ini sudah banyak hotel yang memberikan fasilitas ini.

Dalam mencari tempat isolasi yang tepat, harus diperhatikan tentang kemudahan dalam mengakses kebutuhan, seperti makan, binatu, obat-obatan, dan kebutuhan pribadi lainnya.

Selain itu, pastikan juga memiliki nomor telepon penyedia layanan kesehatan untuk berjaga-jaga apabila terjadi hal-hal darurat.

4. Siapkan jadwal tes setelah masa isolasi selesai

Setelah masa isolasi selesai, jadwalkan segera tes Covid-19 kedua.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa seseorang benar-benar sudah tidak terinfeksi Covid-19.

Jika hasilnya masih positif, konsultasikan dengan dokter dan tambahkan beberapa hari masa isolasi.

Baca juga: Rentan Terkena Komplikasi, Kenali Gejala Covid-19 pada Lansia

5. Lakukan hal-hal yang menyenangkan

Menjalani isolasi mandiri saat perjalanan dinas memang menjadi sesuatu yang cukup berat karena harus jauh dari keluarga dan kerabat.

Terkadang mungkin merasa bingung harus minta tolong kepada siapa ketika membutuhkan sesuatu.

Oleh karena itu, tetaplah terhubung dengan keluarga atau kerabat melalui pesan singkat atau teleconference.

Selain itu, lakukan hal yang menyenangkan, seperti menonton film atau mendengarkan musik agar tidak merasakan stres.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Health
Mata Lelah

Mata Lelah

Penyakit
Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Health
Konjungtivis (Mata Merah)

Konjungtivis (Mata Merah)

Penyakit
15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.