Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/07/2021, 18:01 WIB

Masalah kesehatan ini bisa dideteksi lewat pemeriksaan kesehatan, termasuk rontgen dada, tes darah, CT scan paru, cek saturasi oksigen, atau analisis gas darah.

Baca juga: Apakah Pneumonia Menular?

Penyebab bronkopneumonia

Melansir Healthline, penyebab bronkopneumonia bisa berasal dari infeksi bakteri, virus, atau jamur.

Kuman yang kerap memicu masalah kesehatan ini biasanya Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenza tipe b (Hib).

Kuman penyebab bronkopneumobia yang masuk ke bronkus dan alveoli dapat berkembang biak di bagian paru-paru ini.

Lantas, sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan sel darah putih untuk menyerang biang penyakit dan menyebabkan peradangan. Setelah itu, gejala bronkopneumonia akan muncul.

Baca juga: Pneumonia Bilateral: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi

Setiap orang bisa terkena bronkopneumonia. Namun, risikonya lebih besar pada:

  • Anak di bawah usia 2 tahun
  • Kalangan lansia di atas 65 tahun
  • Perokok dan orang yang banyak mengonsumsi alkohol
  • Penderita infeksi pernapasan
  • Penderita penyakit paru-paru kronis seperti COPD, bronkiektasis, dan asma
  • Penderita diabetes, gagal jantung, dan penyakit lever
  • Penderita HIV dan penyakit autoimun
  • Penderita kanker yang menjalani kemoterapi atau orang yang menjalani transplantasi organ
  • Baru menjalani operasi

Bronkopneumonia adalah masalah kesehatan serius yang bisa berdampak fatal.

Komplikasi penyakit ini bisa menyebabkan gagal napas, sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), sepsis atau infeksi akut, sampai abses paru-paru.

Baca juga: Kenali ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome), Gejala Covid-19 Berat

Cara mengatasi bronkopneumonia

Cara mengobati bronkopneumonia tergantung tingkat keparahan gejala dan penyebab mendasarnya.

Penderita bisa menjalani perawatan jalan dengan minum obat di rumah. Untuk kasus yang ringan, penderita bisa sembuh setelah diobati selama satu sampai tiga minggu.

Untuk kasus bronkopneumonia parah, penderita terkadang perlu diminta menjalani pengobatan di rumah sakit.

Untuk membantu proses penyembuhan, dokter biasanya menyarankan pasien untuk banyak beristirahat, minum banyak cairan untuk mengencerkan dahak, dan rutin minum obat yang diresepkan dokter.

Dengan menyimak penjelasan singkat gejala, penyebab, dan cara mengatasi bronkopneumonia, Anda bisa meningkatkan kewaspadaan pada penyakit ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+