Kompas.com - 15/08/2021, 21:02 WIB

KOMPAS.com – Penyebab jumlah dan motilitas sperma rendah kiranya penting dikenali terutama bagi para pria maupun wanita yang berncana memiliki momongan.

Pasalnya, jumlah dan motilitas sperma yang rendah adalah salah satu penyebab utama infertilitas atau kemandulan. Masalah ini ditambah dengan kualitas sperma yang buruk dilaporkan mewakili 90 persen penyebab infertilitas pada pria.

Melansir Medical News Today, hampir satu dari enam pria terkena infertilitas terkait masalah sperma mereka. Penyebabnya dapat berkisar dari faktor keturunan, pilihan gaya hidup, hingga infeksi masa lalu, dan usia.

Baca juga: 9 Cara Meningkatkan Jumlah Sperma untuk Mendukung Kehamilan

Istilah untuk jumlah dan motilitas sperma yang rendah adalah oligoasthenoteratozoospermia (OAT).

Motilitas sperma merupakan kemampuan sperma untuk bergerak secara efisien di dalam sistem reproduksi wanita. Kemampuan ini dibutuhkan agar dapat menghasilkan kehamilan yang sukses.

Begitu juga dengan jumlah sperma. Jika jumlah sperma yang dihasilkan pria terlalu sedikit, hal itu bisa mengurangi peluang untuk membuat pasangan hamil.

Penyebab jumlah dan motilitas sperma rendah

Merangkum Very Well Health, faktor-faktor penyebab jumlah dan motilitas sperma rendah dapat secara luas dipecah menjadi empat kategori.

Apa saja?

1. Genetika

Faktor genetik dapat memengaruhi setiap tahap kesuburan pria, mulai dari kerusakan DNA pada sel sperma (spermatozoa), cacat genetik pada kromosom Y, dan kelainan genetik seperti sindrom Klinefelter.

Sementara sebagian besar faktor genetik tidak dapat diobati, masalah ini seringkali dapat diatasi dengan penggunaan in vitro fertilization (IVF) atau program bayi tabung.

Baca juga: 4 Tanda Jumlah Sperma Sedikit yang Perlu Diwaspadai

2. Gaya hidup

Faktor gaya hidup melibatkan kebiasaan dan kondisi yang secara langsung memengaruhi sperma.

Banyak dari faktor-faktor ini dapat diubah dan melakukannya dapat secara signifikan bisa meningkatkan peluang seorang pria untuk dapat membuat hamil pasangan.

Faktor gaya hidup yang dapat mempengaruhi kondisi sperma meliputi:

  • Konsumsi alkohol: Sedikitnya lima minuman per minggu dapat secara signifikan menurunkan kadar testosteron dan kualitas sperma. Banyak obat rekreasional memiliki efek yang sama
  • Obat-obatan tertentu: Obat resep juga dapat memengaruhi kualitas sperma, termasuk steroid anabolik dan Tagamet yang digunakan untuk mengobati asam lambung. Lainnya dapat memengaruhi motilitas sperma, seperti Azulfidine yang digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis (rematik) dan Macrobid yang digunakan untuk mengobati infeksi kandung kemih
  • Paparan suhu panas: Testis yang terlalu panas dikaitkan dengan jumlah sperma yang rendah. Penyebabnya termasuk mandi pancuran yang terlalu panas atau sauna, serta mengenakan celana dalam yang ketat. Berolahraga berlebihan di gym juga dapat memiliki efek yang sama
  • Merokok: Merokok sangat terkait dengan infertilitas pria meskipun alasannya tidak sepenuhnya jelas. Merokok dilaporkan dapat mengurangi jumlah sperma sebesar 17,5 persen dan motilitas sperma sebesar 16,6 peprsen
  • Aktivitas berat: Melakukan aktivitas berat berkendara, seperti bersepeda dan menunggang kuda dapat menyebabkan peradangan testis. Hal ini dapat diatasi dengan hanya mengambil istirahat dari aktivitas
  • Berat Badan: Obesitas (BMI di atas 30) diketahui menyebabkan perubahan hormonal yang dapat berdampak langsung pada kesuburan. Berat badan yang kurang (BMI di bawah 18,5) juga dapat berdampak negatif

Baca juga: 3 Cara Mengukur Obesitas, Mana yang Terbaik?

3. Faktor testis

Faktor testis yang dimaksud di sini adalah kondisi yang dapat mengganggu kemampuan testis untuk menghasilkan jumlah atau kualitas sperma yang cukup.

Beberapa faktor dapat diobati, tetapi yang lain tidak.

Contoh faktor testis meliputi:

  • Infeksi masa lalu tertentu (sifilis, gondok, malaria) yang diketahui secara langsung atau tidak langsung memengaruhi sistem reproduksi pria
  • Kemoterapi dan terapi radiasi
  • Pembesaran varikokel (yang sering dapat diobati dengan pembedahan dan non-bedah)
  • Lansia
  • Kanker testis
  • Trauma testis

Baca juga: 3 Gejala Kanker Testis yang Perlu Diwaspadai

4. Disfungsi testis dan ejakulasi

Disfungsi testis dan ejakulasi mengacu pada kondisi apa pun yang menghambat kemampuan ejakulasi atau menghalangi aliran air mani di saluran genital pria.

Faktor-faktor ini dapat meliputi:

  • Disfungsi ereksi (yang sering dapat diobati dengan obat-obatan)
  • Hipospadia, yakni cacat bawaan di mana pembukaan uretra tidak terletak di kepala penis
  • Impotensi oleh penyebab lain
  • Obstruksi vas deferens atau saluran ejakulasi
  • Prostatitis (radang kelenjar prostat)
  • Ejakulasi retrograde di mana air mani secara tidak sengaja diarahkan ke kandung kemih

Jika Anda mengalami mencurigai memiliki jumlah dan motilitas sperma yang rendah ataupun infertilitas, jangan ragu untuk berbicara dengan dokter spesialis kesuburan. Apapun penyebabnya, dokter mungkin bisa membantu.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.