Kompas.com - 17/09/2021, 11:00 WIB
Ilustrasi Covid-19 Dok. ShutterstockIlustrasi Covid-19

KOMPAS.com - Sakit kepala persisten seringkali dialami oleh pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh.

Menurut spesialis sakit kepala Emad Estemalik, gejala tersebut memang kerap dialami oleh mereka yang terkena efek panjang dari Covid-19 atau long Covid.

Long Covid adalah gejala infeksi virus corona yang berkepanjangan meskipun sudah dinyatakan sembuh.

Seseorang dinyatakan mengalami long Covid jika mengalami gejala minimal 28 hari berturut-turut setelah terinfeksi.

Baca juga: Badan Lemas

Bagaimana mengatasinya?

Salah satu gejala yang dialami penderita long covid adalah sakit kepala. Menurut Estemalik, sakit kepala yang dialami orang yang pernah terdiagnosis Covid-19 biasanya lebih intens dan nyeri yang dirasakan lebih hebat.

Selain sakit kepala, mereka yang mengalami long Covid juga sering merasakan kelelahan, sesak napas, nyeri sendi, dan nyeri dada.

"Nyeri kepala pada penderita long Covid biasana sangat menantang untuk diobati," tambah Estemalik.

Biasanya, dokter akan memberikan aspirin atau ibuprofen sebagai obat untuk mengatasi rasa nyeri yang menyerang.

Namun, jangan sembarangan mengonsumsi obat tersebut karena bisa saja obat tersebut justru tidak bekerja efektif.

Karena itu, sebaiknya kita memeriksakan diri ke dokter.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Coxsackie
Coxsackie
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.