Kompas.com - 16/09/2021, 12:01 WIB
Atlet disabilitas M. Habib Shaleh rehat di sela-sela kegiatan pemusatan latihan World Cycling Centre di Aigle, Swiss, 2019 lalu. Atlet disabilitas M. Habib Shaleh rehat di sela-sela kegiatan pemusatan latihan World Cycling Centre di Aigle, Swiss, 2019 lalu.

KOMPAS.com - Cedera olahraga biasanya menjadi alarm bagi sejumlah atlet untuk menyudahi karier profesionalnya. Namun, tidak bagi M. Habib Shaleh, 31.

Alih-alih menyerah pada keterbatasan fisik setelah cedera dan sempat koma selama 32 hari, Habib, sapaan akrabnya, gigih menapaki petualangan baru di dunia olahraga disabilitas.

Tak tanggung-tanggung, ia menjajal beberapa cabang olahraga sekaligus, yakni paraatletik, sepakbola 7x7, serta paracycling level lokal sampai internasional.

Di sela-sela kesibukannya menjalani diklat pra-jabatan CPNS daring dan pemusatan latihan (training camp) persiapan kompetisi paraatletik untuk Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) Papua, November 2021 mendatang, Habib membagikan jatuh bangun perjalanannya.

Baca juga: 10 Macam-macam Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Bermula dari cedera olahraga saat bertanding sepakbola

Masih lekat dalam ingatan Habib, peristiwa 16 tahun silam yang mengubah hidupnya. Kala itu, ia masih duduk di bangku kelas XII SMA Negeri 3 Salatiga.

Sebagai striker tim sepakbola Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jawa Tengah, ia bersama timnya berlatih intensif untuk persiapan kompetisi antar-PPLP di Makassar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat bertanding, Habib mendapat operan bola di depan gawang. Ia pun berebut bola dan berhadapan langsung dengan kiper tim lawan.

“Bola 50-50 waktu itu. Saya dapat bola, kipernya dapat perut saya,” kata Habib, ketika berbincang dengan Kompas.com di Solo, Senin (13/9/2021).

Tragedi perut Habib terhantam tubuh kiper tim lawan itu membuat usus buntunya pecah. Seketika, ia dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk diberi pertolongan medis darurat dan dioperasi.

Menurut pria kelahiran 1 November 1988 ini, operasi pertamanya berjalan lancar. Tapi, tubuhnya drop dan mengalami koma pasca-operasi.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Dislokasi Bahu
Dislokasi Bahu
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Health
Amaurosis Fugax

Amaurosis Fugax

Health
4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

Health
Alzheimer

Alzheimer

Penyakit
7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

Health
Paraplegia

Paraplegia

Penyakit
9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

9 Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hepatitis

Health
Clubfoot

Clubfoot

Penyakit
9 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

Health
Alergi Telur

Alergi Telur

Penyakit
9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

Health
Glaukoma

Glaukoma

Penyakit
Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Health
Kurap

Kurap

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.