Kompas.com - 22/09/2021, 10:01 WIB

KOMPAS.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta monitoring atau pengawasan pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka di sejumlah daerah pada masa pandemi Covid-19 dioptimalkan.

Ketua IDAI Prof. DR. Dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI(Hon) menyampaikan, pengawasan pelaksanaan sekolah tatap muka penting sebagai acuan evaluasi penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar luring.

“Tanggung jawab pihak sekolah itu bukan kepada pemerintah atau pembuat kebijakan saja, tapi juga kepada orangtua. Awal dimulai ini, harus ada monitoring,” jelas dia lewat Instagram Live IDAI, Selasa (21/9/2021) sore.

Menurut Aman, bentuk laporan pengawasan kegiatan sekolah tatap muka perlu mendetail. Sehingga, hasil pengawasan bisa digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan sekolah tatap muka secara berkala.

“Laporannya bukan hanya ada yang sakit atau tidak. Tapi pelaksanaan di lapangan. Misalkan aturan sekolah cuma dua jam, ternyata (pelaksanaannya) mereka perpanjang lima sampai enam jam. Harusnya tidak ada ekstrakurikuler, (pelaksanaannya) mereka bikin ekstrakurikuler,” jelas dia.

Baca juga: Jangan Lengah, Ini 9 Celah Penularan Covid-19 yang Perlu Diwaspadai

Masa transisi

Aman berpendapat, pada tahap awal uji coba sekolah tatap muka, fokus pelaksanaan sementara sebaiknya untuk menyiapkan murid menghadapi masa transisi dari sekolah daring ke sekolah luring.

“Untuk awal ini lebih ke akademik dan social action dulu. Murid diingatkan lagi yang tidak dia dapat di sekolah online. Misalkan bagaimana berlaku sopan, interaksi pada teman dan guru. Paling enggak itu dulu,” kata dia.

Sedangkan kegiatan penunjang sekolah seperti ekstrakurikuler, Aman belum memberikan lampu hijau di tahap awal masa ujicoba sekolah tatap muka.

Baca juga: Suntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Terlambat, Ini yang Harus Dilakukan

Buka tutup sekolah tatap muka

Ihwal penutupan sekolah tatap muka, ia mewanti-wanti agar semua pihak sekolah disiplin dalam pelaksanaannya.

“Kalau positivity rate (angka positivitas) di atas delapan persen dan ada temuan kasus positif di sekolah, sekolah perlu ditutup sementara,” jelasnya.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.