BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan DKT Indonesia

Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

Kompas.com - 26/09/2021, 09:01 WIB
Alat kontrasepsi berfungsi untuk mencegah kehamilan. DOK. FREEPIKAlat kontrasepsi berfungsi untuk mencegah kehamilan.
|

KOMPAS.com – Perencanaan kehamilan menjadi salah satu topik yang harus didiskusikan oleh pasangan suami istri (pasutri) setelah menikah. Hal ini dilakukan untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

Pasalnya, memiliki buah hati tak sekadar mempunyai keturunan semata. Sebagai orangtua, pasutri memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan anak.

Oleh sebab itu, tak sedikit pula pasutri menunda memiliki anak hingga siap untuk mengemban tanggung jawab tersebut. Apabila Anda dan pasangan memiliki rencana demikian, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui langkah terbaik dalam pencegahan kehamilan.

Baca juga: Alat Kontrasepsi Apa yang Aman untuk Ibu Menyusui?

Pada dasarnya, ada beberapa hal yang harus pasutri perhatikan dalam mencegah kehamilan. Salah satunya adalah penggunaan alat kontrasepsi.

Sebagai informasi, alat kontrasepsi terbagi atas dua jenis, yakni kontrasepsi hormonal dan nonhormonal. Seperti namanya, cara kontrasepsi hormonal melibatkan hormon pada tubuh manusia. Sementara, kontrasepsi nonhormonal tidak melibatkan hormon, tetapi alat bantu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk mengenal lebih jelas tentang berbagai jenis kedua alat kontrasepsi tersebut, simak ulasan berikut.

Kontrasepsi hormonal

1. Pil KB

Pil keluarga berencana (KB) menjadi salah satu jenis kontrasepsi hormonal yang jamak digunakan perempuan untuk mencegah kehamilan.

Pil KB memiliki kandungan progestin dan estrogen yang dapat menahan ovarium untuk mematangkan sel telur. Dengan demikian, pembuahan sel telur urung terjadi.

Baca juga: Penemuan yang Mengubah Dunia: Alat Kontrasepsi, Sempat Dianggap Tabu

Selain itu, pil KB juga berfungsi untuk mengentalkan lendir pada leher rahim sehingga sperma yang masuk ke dalam vagina akan sulit mencapai sel telur.

Sebagai informasi, beberapa pil KB bahkan diresepkan untuk memperbaiki siklus menstruasi hingga mengatasi permasalahan jerawat dan hirsutisme yang dikarenakan oleh faktor ketidak-seimbangan hormon.

Cara menggunakannya pun mudah, yakni dengan mengonsumsi pil setiap hari secara rutin sesuai dengan anjuran dokter.

Pil KB memiliki kandungan progestin dan estrogen yang dapat menahan ovarium untuk mematangkan sel telur. Dengan demikian, pembuahan sel tidak akan terjadi.DOK. DKT INDONESIA Pil KB memiliki kandungan progestin dan estrogen yang dapat menahan ovarium untuk mematangkan sel telur. Dengan demikian, pembuahan sel tidak akan terjadi.

2. KB suntik

Bila enggan atau sulit menjaga konsistensi konsumsi pil setiap hari, ada cara lain yang bisa dilakukan perempuan untuk menunda kehamilan, yakni dengan memanfaatkan KB suntik.

Sesuai namanya, KB suntik diberikan dengan cara menyuntikkan hormon progestin ke dalam aliran darah. Sebagai informasi, terdapat dua jenis KB suntik yang kerap digunakan, yaitu KB suntik satu bulan dan tiga bulan. Khusus KB suntik satu bulan, hormon estrogen juga turut disuntikkan bersama progestin.

Baca juga: Kenali Beragam Alat Kontrasepsi, Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Selain praktis karena lewat injeksi, KB suntik juga dinilai lebih efektif dalam mencegah kehamilan. Efektifitasnya bahkan mencapai 99 persen.

Kelebihan lain bila menggunakan KB jenis itu adalah siklus menstruasi tetap teratur sehingga mengurangi risiko kanker leher rahim dan kanker indung telur.

Meski demikian, sebelum melakukan KB suntik, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Hal ini dilakukan untuk menilai kesesuaian penggunaan alat kontrasepsi suntik.

Kelebihan menggunakan KB suntik adalah siklus menstruasi tetap teratur sehingga mengurangi risiko kanker  leher rahim dan kanker indung telur.DOK. SHUTTERSTOCK Kelebihan menggunakan KB suntik adalah siklus menstruasi tetap teratur sehingga mengurangi risiko kanker leher rahim dan kanker indung telur.

3. KB implan

Bila Anda menginginkan jenis KB yang bisa bertahan dalam jangka panjang, Anda bisa mempertimbangkan KB implan. Kontrasepsi jenis ini bisa memberikan perlindungan hingga empat tahun.

KB implan, atau sebagian masyarakat menyebutnya KB susuk, merupakan alat kontrasepsi berbentuk batang kecil. Alat kontrasepsi ini akan dimasukkan ke tubuh, tepatnya di area lengan kanan atas. Fungsinya adalah untuk menghasilkan hormon progesteron yang dapat mencegah terjadinya kehamilan.

KB implan aman digunakan bagi ibu menyusui karena dapat dipasang 6 minggu usai persalinan. Volume serta kualitas air susu ibu (ASI) pun tidak terpengaruh oleh penggunaan alat kontrasepsi tersebut.

KB implan atau KB susuk merupakan alat kontrasepsi berbentuk batang kecil yang dimasukkan ke tubuh, tepatnya di area lengan kanan atas pada perempuan. DOK. DKT INDONESIA KB implan atau KB susuk merupakan alat kontrasepsi berbentuk batang kecil yang dimasukkan ke tubuh, tepatnya di area lengan kanan atas pada perempuan.

Kontrasepsi nonhormonal

1. Kondom

Dalam menunda kehamilan, pasangan bisa bekerja sama layaknya sebuah tim. Jadi, tak hanya perempuan saja yang wajib menggunakan alat kontrasepsi, tetapi juga laki-laki. Dalam hal ini, laki-laki bisa memakai kondom untuk berkontribusi langsung dalam urusan pencegahan kehamilan.

Penggunaan kondom pada laki-laki cenderung praktis dan mudah. Sebab, alat berbahan lateks yang mengandung lubricant spermisida ini cukup dipakaikan ke alat kelamin laki-laki sebelum bersanggama.

Fungsinya adalah untuk mencegah sperma masuk ke vagina dan membuahi sel telur. Mengutip laman resmi DKT Indonesia, Rabu (8/9/2021), kondom juga dapat membantu mencegah penularan penyakit seksual.

Fungsi kondom adalah untuk mencegah sperma masuk ke vagina dan membuahi sel telur.DOK. FREEPIK Fungsi kondom adalah untuk mencegah sperma masuk ke vagina dan membuahi sel telur.

 

2. Intra uterine device (IUD)

IUD merupakan salah satu kontrasepsi nonhormonal yang cukup populer digunakan banyak perempuan. Alat kontrasepsi ini terbuat dari plastik dan menyerupai huruf T. Pada batang IUD dilapisi uliran tembaga. Karena bentuknya, IUD pun sering disebut sebagai KB spiral.

Alat tersebut kemudian dimasukkan ke dalam rongga rahim untuk menghalau sperma masuk ke dalam sel telur.

Biasanya, IUD bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu lama, sekitar 4-8 tahun. Meski begitu, pengguna kontrasepsi jenis ini harus rutin melakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan posisi IUD di dalam rongga rahim tidak bergeser.

IUD terbuat dari plastik dan menyerupai huruf T. Pada batang IUD dilapisi uliran tembaga. Karena bentuknya, IUD pun sering disebut sebagai KB spiral.DOK. DKT INDONESIA IUD terbuat dari plastik dan menyerupai huruf T. Pada batang IUD dilapisi uliran tembaga. Karena bentuknya, IUD pun sering disebut sebagai KB spiral.

3. KB permanen

Satu jenis kontrasepsi nonhormonal lain yang perlu diketahui adalah KB permanen. Sebelum menggunakan metode KB permanen, Anda harus berdiskusi terlebih dahulu dengan pasangan dan berkonsultasi dengan dokter.

Pasalnya, dengan melakukan metode KB permanen, Anda tidak akan memiliki keturunan.
Pada pria, KB permanen disebut sebagai vasektomi. Sementara itu, pada wanita, jenis KB ini dikenal dengan istilah tubektomi. Dari segi efektivitas, KB permanen dapat mencegah kehamilan hingga 100 persen.

Itulah beberapa jenis alat kontrasepsi hormonal dan nonhormonal yang perlu Anda ketahui. Jika Anda ragu atau bimbang dalam memilih jenis kontrasepsi yang hendak digunakan, sebaiknya konsultasikan masalah ini kepada bidan atau dokter ahli ginekologi.

Pada pria, KB permanen disebut sebagai vasektomi. Sementara itu, pada wanita, jenis KB ini dikenal dengan istilah tubektomi.DOK. SHUTTERSTOCK Pada pria, KB permanen disebut sebagai vasektomi. Sementara itu, pada wanita, jenis KB ini dikenal dengan istilah tubektomi.

Selain berkonsultasi secara tatap muka, saat ini Anda dan pasangan juga bisa melakukan konsultasi secara gratis melalui sambungan nomor telepon pada nomor 0800-1-326459 (bebas pulsa).

Anda bisa pula terhubung dengan dokter dan tenaga kesehatan Halo DKT melalui aplikasi Whatsapp dan Telegram di nomor 0811-1-326459 atau klik tautan https://bit.ly/halodktwhatsapp.

Tak hanya seputar alat kontrasepsi, tim Halo DKT juga siap melayani konsultasi terkait kesehatan seksual reproduksi. Selama menggunakan layanan ini, informasi dan data diri Anda akan terjamin.

Anda bisa lebih leluasa bercerita tanpa perlu malu dan segan. Perencanaan atau pencegahan kehamilan pun bisa dilakukan sesuai kebutuhan.

Jadi, #PercayaHaloDKTAja untuk berkonsultasi seputar perencanaan kehamilan, alat kontrasepsi, dan kesehatan seksual reproduksi.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Anemia
Anemia
PENYAKIT
Nyeri Mata
Nyeri Mata
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.