StratX Insight
Strategic & Experience

Konten StratX Insight adalah kolaborasi Kompas.com dan StratX

Sebuah ikhtiar bersama memberikan insight bagi Sahabat Kompas.com, terutama brand, pemilik usaha, entrepreneur, pengambil kebijakan perusahaan dan industri, serta siapa pun yang punya ketertarikan terhadap dunia usaha dan bisnis. 

StratX adalah bagian dari Kompas Gramedia (KG), hadir untuk mengungkap potensi dan menghadirkan pertumbuhan kinerja bagi para pelaku dan pemilik usaha.

Anak Muda Rentan Jadi Generasi Terluka karena Pandemi

Kompas.com - 12/10/2021, 11:32 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Pandemi yang juga merenggangkan ikatan sosial atas nama protokol kesehatan pun makin menambah risiko bagi pertumbuhan anak muda yang masih butuh membangun penopang, termasuk untuk kesehatan mentalnya.

Baca juga: Perhatikan, Ini Gejala Saat Kita Mengalami Gangguan Kesehatan Mental

Bila situasi pandemi berlanjut dan risiko itu mewujud, pada akhirnya anak-anak muda tidak mampu untuk mengatur apa pun, termasuk emosi dan perasaannya. Mereka juga berisiko memasuki jalur kekurangan pendidikan dan peluang kerja.

Risiko global pandemi bagi anak muda

Sebelum pandemi sekalipun, anak-anak muda oleh WEF terpetakan masuk dalam dua pertiga populasi yang masuk kategori miskin. 

The Global Risks 2021 menyebutkan ada tiga rentang waktu lanskap risiko yang akan dihadapi dunia jika pandemi tak kunjung selesai, yaitu: 

  1. Jangka pendek (0 – 2 tahun)
    Penurunan kesehatan mental, krisis mata pencaharian, dan penyakit menular.
  2. Jangka sedang (3 – 5 tahun)
    Kerusakan infrastruktur teknologi informasi, sumber daya yang digeopolitisasi, dan ketidakstabilan harga.
  3. Jangka panjang (5 – 10 tahun)
    Munculnya senjata penghancur masal, runtuhnya multilateralisme, dan kehancuran negara.

Pandemi—termasuk di Indonesia—sudah hampir dua tahun berlangsung dan sampai sekarang belum menunjukan titik akhir.

Dalam pembagian rentang waktu risiko di atas, WEF menyebut ada blind spot alias titik buta risiko yang akan dihadapi dunia, salah satunya soal fenomena anak muda yang terkecewakan.

Sudah menjadi risiko tersendiri, situasi ini pun masih berisiko mengoyak kesehatan mental mereka.

Baca juga: Ada “Peran” Kita di Balik Alasan Seseorang Bunuh Diri?

Frustasi berkepanjangan, kesepian berkepanjangan, peluang ekonomi yang menyempit karena kesenjangan dan level rendah pendidikan, disebut telah menjadi fenomena 80 persen anak-anak dan anak muda di seluruh dunia selama pandemi. 

Merawat kesehatan mental anak muda

Sebelum membahas langkah yang bisa dilakukan oleh otoritas, anak muda, dan brand terkait anak muda untuk merawat kesehatan generasi masa depan ini, ada dua insight yang harus dibenamkan dalam-dalam, yaitu:

  • Kesehatan mental adalah fundamental bagi siapa pun, khususnya anak muda. Dengan cara apa pun, mereka harus mendapat dukungan dan pijakan untuk memiliki mental yang sehat.
  • Pandemi bisa mengarah ke berbagai risiko lain seturut persoalan kesehatan mental yang jadi risiko global ini, berdasarkan lanskap dan rentang waktu risiko yang ada. 

Tantangan terbesar, tentu saja ada pada otoritas untuk meminimalkan risiko kesehatan mental bagi anak muda harapan bangsa. Persoalan-persoalan yang sudah terpetakan di atas harus segera mendapatkan solusi dan antisipasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.